busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:
Login

Don't You have account?

Sign Up

SP Facebook

;"kapan panitia C akan turun menertipkan perkebunan hak guna usaha perusahaan sari inti rakyat yang terindikasi terlantar";

Metode Pelaksanaan Bangun Baru Poskesdes Desa Simpang Jaya

GSF-Aceh. Bangunan yang dilaksanakan adalah Bangun Baru Poskesdes Desa Simpang Jaya Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya di Suka Makmue dengan perincian sebagai berikut: Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Tanah,Pekerjaan Beton Bertulang, Pekerjaan Pasangan Dan Plesteran, Pekerjaan Kosen, Pintu, Jendela & Ventilasi, Pekerjaan Instalasi Listrik, Pekerjaan Atap Dan Plafond, Pekerjaan  Pengecatan, Pekerjaan Instalasi Air dan Pekerjaan Lain-lain

Metode Pelaksanaan  Bangun Baru Poskesdes Desa Simpang Jaya

Oleh CV. Rambung Unoe Tahun 2010
Meulaboh, 29 Juli 2012
GSF-Aceh. Bangunan yang dilaksanakan adalah Bangun Baru Poskesdes Desa Simpang Jaya Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya di Suka Makmue dengan perincian sebagai berikut: Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Tanah,Pekerjaan Beton Bertulang, Pekerjaan Pasangan Dan Plesteran, Pekerjaan Kosen, Pintu, Jendela & Ventilasi, Pekerjaan Instalasi Listrik, Pekerjaan Atap Dan Plafond, Pekerjaan  Pengecatan, Pekerjaan Instalasi Air dan Pekerjaan Lain-lain

METODE PELAKSANAAN

Nama  Perkejaan         : Bangun Baru Poskesdes Desa Simpang Jaya
Lokasi            : Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya
Nomor Paket        : Dinkes- 07
Tahun Anggaran        : 2010

Bangunan yang dilaksanakan adalah Bangun Baru Poskesdes Desa Simpang Jaya Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya di Suka Makmue dengan perincian sebagai berikut:

1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Tanah
3. Pekerjaan Beton Bertulang
4. Pekerjaan Pasangan Dan Plesteran
5. Pekerjaan Kosen, Pintu, Jendela & Ventilasi
6. Pekerjaan Instalasi Listrik
7. Pekerjaan Atap Dan Plafond
8. Pekerjaan  Pengecatan
9. Pekerjaan Instalasi Air
10. Pekerjaan Lain-lain

Perincian bagian pekerjaan yang dilaksanakan didasarkan pada gambar rencana, BQ yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari metode pelaksanaan ini.

1. PEKERJAAN PERSIAPAN
    1.1    Lingkup Pekerjaan Meliputi Pekerjaan:

A. LOKASI
Lokasi dimana bangunan akan didirikan harus dibersihkan terlebih dahulu dan harus dilakukan dengan baik supaya pelaksanaan bangunan dapat berjalan dengan lancar. Penempatan bahan-bahan bangunan konstruksi serta bangsal kerja harus direncanakan dengan matang agar situasi kegiatan tak saling menghambat. Titik nol akan ditentukan oleh Direksi Pelaksana bersama-sama dengan pemborong. Selanjutnya titik ini harus merupakan tinggi rendah horizontal. Pemborong harus membuat ukuran juga tersebut diluar bangunan dengan tonggak (+/- 0,000) dan hanya boleh dibongkar setelah bangunan selesai. Penentuan titik lain dilapangan dilakukan oleh pemborong dengan water pass dan alat teropong yang telah ditera ketelitiannya. Semua alat ukur meliputi Teropong, Water Pass, Theodolith dan GLOBAL POSITION SYSTEM (GPS ) Sebenarnya aplikasi penggunaan receiver GLOBAL POSITION SYSTEM (GPS) bisa kita golongkan menjadi 5 kategori penggunaan sebagai berikut :


1.    Location      : Untuk menentukan lokasi suatu titik   Atau posisi
2.    Navigation  : Untuk memudahkan bergerak dari   suatu   lokasi   kelokasi yang  lain
3.    Tracking       : Melakukan monitoring benda berjalan, orang,   atau hal lainnya yang sudah kita tentukan obyeknya.
4.    Mapping     : Untuk membuat peta
5.    Timing         : Untuk mendapatkan ketelitian    
Semua ini termasauk meteran untuk ukuran panjang harus diperiksa terlebih dahulu oleh Direksi Pelaksana.

B.PEMASANGAN BOUWPLANK
1.    Sebelum galian tanah untuk pondasi dimulai bouwplank harus dipasang terlebih dahulu.
2.    Bahan bouwplank harus dipakai dari kayu seumantok dan papan meurante dengan ukuran :
-    Untuk Patok    :  5/7 cm
-    Untuk Papan    :  3/20 cm
3.    Setelah bouwplank terpasang, harus dilaporkan kepada Direksi Pelaksana untuk diperiksa, agar pekerjaan selanjutnya dapat segera dilakukan.

2. PEKERJAAN TANAH
    2.1   Pedoman Pelaksanaan Pekerjaan Tanah
1.    Galian Tanah Pondasi
a.    Untuk keperluan pondasi harus dilakukan penggalian tanah sesuai dengan gambar RKS dan sesuatu atas petunjuk Direksi Pelaksana.
b.    Penggalian, Peninggian kemudian peralatan tanah harus dilakukan dimana dianggap perlu untuk pekerjaan tanah dibawah lantai dan lainnya menurut petunjuk Direksi Pelaksana.
c.    Semua bekas tanah galian yang tidak dipakai harus diangkat keluar dari halaman pekerjaan.
2.    Urug Tanah
a.    Dikerjakan dengan timbunan urug ialah :
-    Urug Tanah kembali
-    Urug pasir bawah lantai
b.    Bahan urugan yang diperlukan harus pasir urug atau tanah urug yang baik, banyak mengandung butir-butiran serta tidak banyak mengandung bahan organik seperti misalnya akar tumbuh-tumbuhan, sampah serta bahan-bahan lainnya.
c.    Urugan yang diklasifikasikan sebagai timbunan biasa akan terdiri dari galian tanah atau bahan berbutir-butir yang disetujui oleh Direksi.

3.    Timbunan Tanah
a.    Bahan urugan yang diperlukan harus dari pasir urug atau bahan pasir yang baik, banyak mengandung butir-butiran serta tidak banyak mengandung bahan organik seperti misalnya akar tumbuh-tumbuhan sampah serta bahan-bahan lainnya.
b.    Sebelum diadakan pengurugan, tanah dipermukaan sedalam lebih kurang 20 cm harus dibuang, kemudian baru diadakan pengurugan.
c.    Tanah urugan harus dibasahi dengan air pada saat dipadatkan.

3. PEKERJAAN BETON BERTULANG
3.1       Pedoman Pelaksanaan Pekerjaan

Pondasi Pondasi Pasangan Batu
        Pondasi dibuat dari type pondasi batu kali dengan perekat/adukan 1 Pc : 4 Ps dengan diisi dengan batu kali yang telah dibelah-belah terlebih dahulu.Sebelum pondasi batu kali dikerjakan diminta terlebih dahulu persetujuan Direksi Pelaksana tentang kesempurnaan galian dan pemasangan papan mal. Rencana kerja dan syarat-syarat ini, maka sebagai pedoman tetap dipakai SK SNI T-15.1919.03. Pemborong wajib melaporkan secara tertulis pada direksi apabila ada perbedaan yang didapat dalam gambar konstruksi dan gambar arsitektur.

Adukan beton
        Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ketempat pengecoran harus dilakukan dengan cara yang disetujui oleh direksi, yaitu :
Tidak berakibatkan pemisahan dan kehilangan bahan-bahan. Tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton yang sudah dicor dan  beton yang akan dicor, dan nilai slump  untuk berbagai pekerjan beton harus memenuhi SK SNI T-15. 1919.03.

Pengecoran
        Pengecoran  beton  hanya  dapat  dilaksanakan atas persetujuan tertulis direksi. Selama pengecoran berlangsung pekerja dilarang berdiri dan berjalan-jalan diatas penulangan. Untuk dapat sampai ketempat-tempat yang sulit dicapai harus digunakan papa-papa berkaki yang tidak membebani tulangan. Kaki-kaki tersebut harus sudah dapat dicabut pada saat beton dicor. Apabila pengecoran beton harus dihentikan, maka tempat penghentiannya harus disetujui oleh direksi. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang diputus tersebut, bagian permukaan yang mengeras harus dibersihkan dan dibuat kasar kemudian diberi additive yang memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada pengecoran kolom, adukan tidak tidak boleh dicurahkan dari ketinggian yang lebih tinggi dari 1,5 M.

Perawatan beton
        Beton yang sudah dicor harus dijaga agar tidak kehilangan kelembaban untuk paling sedikit 14 (empat belas)hari. Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut :
Dipergunakan karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton. Hasil pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beton, dan lain-lain yang tidak memenuhi syarat, harus dibongkar kembali sebagai atau seluruhnya  menurut perintah direksi. Untuk selanjutnya diganti atau diperbaiki segera atas resiko pemborong.

4.PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
   4.1   Pedoman Pelaksanaan
I.    Pengecoran Dinding
1.    Adukan harus diaduk dengan mesin pengaduk seperti yang dipersyaratkan dalam pekerjaan beton.
2.    Semua pengecoran dilakukan tegak lurus, datar dalam satu garis lurus. Sebelum pengecoran tersebut harus dibuat mal dengan rapi dengan tebal dinding disesuaikan.
3.    Tiang dari kayu dilapisi dengan kawat ayam sebelum pengecoran.
II.    Plasteran
1.    Plasteran trasram 1 PC : 2 PC dipergunakan pada tempat-tempat pengecoran dikedua sisinya.
2.    Plasteran tembok lainnya dipergunakan campuran 1 PC : 4 PC untuk sisi luar dan sisi dalam termasuk plasteran beton.
3.    Plasteran batu dipasang setelah :
-    Penutup Atap dipasang
-    Pipa Air terpasang
4.    Pekerjaan plasteran harus lurus, sama rata, tidak bengkok harus tegak lurus. Adanya pecahan atau retak, keropos maka bagian tersebut harus dibongkar kembali untuk diperbaiki.
III.    Lantai Beton Cor
Pengecoran bidang horizontal harus mempunyai permukaan rata (rata air). Pengecoran ini bercampur 1 PC : 3 Pasir : 5 Kerikil, dilakukan diatas pasir yang telah rata dan dipadatkan.

5.Pekerjaan Kosen, Pintu, Jendela & Ventilasi
Kosen pintu dan jendela (kayu), dengan ukuran kayu untuk kosen 6/13 cm. (Ukuran setelah jadi dibuat). Konstruksi sambungan kayu harus rapi, tidak longgar,ikatan perkuatan harus menggunakan pen kayu keras yang sebelumnya bidang sambungan ini  harus dilumuri dengan lem kayu, agar sambungannya dapat melekat dangan baik. Setiap kosen pintu harus  dilengkapi dengan   angker minimal 3 buah untuk kiri kana kosen yang memekat ketembok. Khusuh untuk kosen pintu dibawah kosen dilengkapi dengan dork yang angker kedalam neut beton. Semua bidang kosen yang bersinggungan dengan dinding beton dibuat alur-alur kapur, kemudian bidang tersebut diawetkan dengan cat meni 2 (dua) kali.  

Daun pintu/jendela dan ventilasi daun pintu panil petak 8 (delapan ) dibuat dengan kayu meuranti batu kualitas baik, dan diisyaratkan agar kontraktor membeli langsung pada took dengan kualitas rumah tinggal (bukan kualitas bangunan yang diborongkan ). Tidak dibenarkan kontraktor membuat sendiri dilapangan pekerjaan. Khusus untuk pintu KM/WC  pada bagian dalam dilapisi dengan seng plat aluminium. Pelapisan seng plat aluminium ini harus rapi. Pada sudut-sudut daun pintu tidak boleh ada penonjolan seng plat. Apabila menurut penilaian pengawas pemasangan tidak rapi maka, pengawas berhat menolak daun pintu tersebut. Ventilasi jalusi dibuat dari papan klas II dengan ukuran 1,5 x 13 cm dan diketam halus serta dipasang dengan rapi. Lesplank dibuat dari papan lebar sesuai gambar. Pemasangannya dipakukan langsung pada groding. Pemasangan harus rapid dan lurus. Apabila dijumpai pemasangan yang tidak lurus, maka bagian tersebut dibangkar dan diperbaiki kembali atas beban kontraktor.  Untuk kayu ukuran motif Aceh digunakan kayu meuranti batu kualitas baik.

6. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
    6.1 Pedoman Pelaksanaan
Pemasangan instalasi listrik dan tata letak titik lampu/stop kontak serta jenis armatur lampu yang dipakai harus dikerjakan sesuai dengan gambar instalasi listrik. Sedangkan sistem pemasangan pipa-pipa listrik pada dinding maupun beton harus ditanam (system inbouw) dan penarikan kabel (jaringan kabel) diatas plafond diikat dengan isolator khusus dengan 1,00 atau 1,20 m, atau jaringan kabel diatas plafond tersebut dimasukkan dalam pipa PVC. Khusus untuk instalasi kontak harus dilengkapi kabel orde (pertanahan) sesuai dengan peraturan yang berlaku (mencapai dan terendam air tanah).

Pemasangan instalasi listrik berikut penggunaan bahan atau komponen- komponennya harus disesuaikan dengan system tegangan local 220 Volt. Daya yang digunakan 10 amperan untuk seluruh bangunan. Untuk pekerjaan instalasi listrik, atas pesetujuan direksi, pemborong boleh menunjuk pihak ketiga (instalatur yang memiliki izin usaha instalasi listrik atau izin instalatur yang masih berlaku dari Perum Listrik Negara (PLN) Pemborong tetap bertanggung jawab penuh atas pekerjaan ini sampai listrik tersebut menyala (siap digunakan). Termasuk biaya pengujian dengan pihak PLN.

Pengujian instalasi listrik harus dilakukan kontraktor pada beban penuh selama 1 x 24 jam secara terus menerus. Semua biaya yang timbul akibat pengujian ini menjadi tanggung jawab kontraktor. Kontraktor berkewajiban memasukan arus listrik yang bersumber dari instalasi PLN. Besarnya daya yang diperlukan adalah 30  amperan  untuk seluruh bangunan. Pemasukan arus listrik ini bila harus menambah tiang maka kontraktor harus menambah tiang beton pra cetak. Biaya penambahan tiang dan kabel listrik menjadi beban kontraktor.

7.PEKERJAAN  ATAP  DAN PLAFOND
Rangka atap
    Rangka atap khusus baja ringan( Multi Trust) dan dipasang dengan ukuran yang ditetapkan dalam gambar, dan ukuran baja untuk rangka badan Multi trust ( C75/100) cm. kontruksi sambungan baja harus rapi, tidak longgar, ikatan perkuatan harus mengunakan sekrup. Akhir dari pasangan harus rata dan tidak bergelombang penjelasan sebagai berikut:

I.    Pekerjaan Kayu
a.    Lingkup Pekerjaan
1.    Kosen Kayu Kelas I
b.    Mutu Bahan
-    Semua kayu untuk jenis yang ditentukan harus dari kwalitas yang baik, tidak ada getah, celah, mata kayu yang lepas atau mati, susut pinggir-pinggirnya dimakan bubuk dan cacat-cacat lainnya. Kelembaban kayu yang dipakai untuk pekerjaan kayu harus kurang dari 15 % (dengan wood moisture tester).
-    Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran jadi (finish), yaitu ukuran kayu setelah selesai dikerjakan dan terpasang. Bagian permukaan kayu yang nampak harus disebut rata dan licin, sedangkan untuk semua pekerjaan kayu kasar dibiarkan gergagjinya kecuali bila ditentukan untuk dihaluskan.
-    Pada semua pekerjaan kayu, bahan kayu diberi lapisan pengawet/pelindung untuk kayu kasar dengan residu, untuk kayu halus yang akan dicat diberi lapisan menie.
c.    Pekerjaan Kayu
1.    Kosen harus dibuat dengan kokoh dan pada setiap pertemuan disambung dengan pasak kayu sedemikian rupa hingga diperoleh rangka mulus dan kaku.
2.    Kosen untuk ventilasi kaca harus dibuat dengan ukuran yang tepat sehingga pemasangan kaca rapi dan tidak miring.
3.    Pada semua kosen pintu harus dipasang besi angker ø 10 mm minimum kiri kanan kosen 6 buah.
II.    Pekerjaan Atap
a.    Lingkup Pekerjaan :
1.    Kayu Kuda-Kuda
2.    Perkayuan Atap
3.    Atap Seng Genteng METAL 0.30
4.    Rabung Seng Genteng Metal Multi Roof 035

8. PEKERJAAN PENGECATAN
    8.1 Pedoman Pelaksanaan
Pekerjaan pengecatan dilaksanakan setelah pemasangan plafond. Pekerjaan ini dapat dilakukan dengan rapi agar, residu harus betul-betul rata, berwarna sama, pengecatan minimal 2(dua) kali. Pekerjaan cat kayu harus dilakukan lapis demi lapis dengan memperhatikan waktu pengeringan jenis bahan yang digunakan.

Urutan pekerjan sebagai berikut:

·    2(dua) kali pekerjaan meni kayu/cat dasar.
·    1(satu) kali lapis pengisi dengan plamur kayu.
·    Penghalusan dengan amplas.
·    Finishing dengan cat kayu sampai rata minimal 2 (dua) kali.
Pengecatan dinding harus dilakukan menurut proses sebagai barikut:
·    Penggosokan dinding dengan batu gosok sampai rata dan halus, setelah itu dilap dengan kain basah hingga bersih.
·    Melapis dinding dengan plamur tembok dipoles sampai rata. Setelah betul-betul kering digosok dengan amplas halus dan dilap dengan kain kering yang bersih.
·    Pengecatan dengan cat tembok emulsi sampai rata minimal 2 (dua) kali.
·    Pekerjaan cat tembok harus menghasilkan warna merata sama dan tidak terdapat belang-belang atau noda-noda mengelupas.
Pengecatan plafond harus dilakukan menurut proses berikut:
·    Membersihkan bidang plafond yang akan dicat.
·    Mengecat plafond 2 (dua)kali, sehingga menghasilkan bidang pengecatan yang merata sama tidak terdapat belang-belang atau noda-noda mengelupas.
Warna yang digunakan apabila tidak ditentukan lain oleh pemberi tugas maka digunakan warna sebagai berikut:
·    Dinding dalam/luar digunakan warna ivori 303 dari daftar warna cat Avitex.
·    Plafond Triplek warna putih.(Pear white)
·    Kosen pintu dan jendela digunakan cat warna Candy Brown 925 dari daftar warna cat kuda terbang atau yang sekualitas.

9. PEKERJAAN PEMIPAAN DAN PERLENGKAPAN SANITASI
    9.1 Pedoman Pelaksanaan

Pemasangan  pipa-pipa didalam  bangunan dipasang didalam dinding (in bouw). Pasangan pipa-pipa tersebut harus horinzotal dan vertical, tidak boleh dipasang miring.  Air diambil dari sumber air(sumur gali/sumur bor) dengan menggunakan pompa. Pengambilan air tersebut dihubungkan dari pompa ke toren air memakai pipa PVC diameter ¾’’. Dari toren disalurkan kedinding terdekat tempat pemakaian air dengan menggunakan pipa ¾’’. Dari sini digunakan shock ½’’ – ¾’’ untuk merubah besaran pipa ke ½’’. Pipa ½’’ ditanam didalam dinding, dikeluarkan pada tempat-tempat yang dibutuhkan, dan disini digunakan kran air diameter ½’’. Pipa pengambilan dan pipa distribusi harus ditanam didalam tanah.

Toran air dibuat dari kontruksi baja (bentuk sesuai gambar) siku 50.50.5 dengan ikatan perkuatan sambungan menggunakan mur baut dan pengelasan sehingga kontruksinya kuat. Kontruksi baja tersebut harus dicat dengan cat dasar/cat meni 1(satu) lapis dan diatas dicat dengan cat minyak 1 (satu) kali.  Diatas toren dipasang bak air dari fiber glas dengan ukuran isi 1 m3 air. Setelah selesai pemasangan seluruh jaringan air, harus dilakukan pengetesan yang disaksikan oleh kontraktor, pengawas dan Pemimpin bagian proyek. Pengujian harus menghasilkan tekanan hydraulik sebesar 10 kg/cm2 selama satu jam tanpa penurunan tekanan. Segala cacat dan kekurangan-kekurangan yang dijumpai dari hasil pengujian harus diperbaiki dan semua biaya yang timbul akibat kegagalan pengujian adalah tanggungan kontraktor.

Air kotor dari MCK aialirkan dengan pipa beton diameter 1/2- 20 cm dan diameter 20 cm kasaluran terdekat. Pembuangan air limbah/kotoran dari wastafel dialirkan dengan pipa PCV diameter 4’’ ke septicktank. Pada tempat-tempat tertentu sebelum pipa dihubungkan ke septicktank, harus di pasang satu bak control.Septicktank dibuat dari pasangan trastram bata merah adukan 1 Pc : 2 Ps, dengan sisi dalamnya diplester dengan adukan yang sama dan bagian atasnya plat beton bertulang K-200 tebal 8 cm ( termasuk tutup kontrol ) serta diberi pipa pembuangan udara dari pipa galvanis diameter 2’’. Segala sesuatunya mengenai bentuk, ukuran maupun kapasitas septicktank dan sumur peresapannya (rembesan) sekurang-kurangnya 8.00 m dari sumber air tanah (sumur gali) agar tidak terjadi  pencemaran terhadap sumber air tersebut.

Didalam kamar KM/WC dilengkapi satu buah bak air dari pasangan batu bata 1 Pc : 2 Ps. Bak ini kemudian dilapisi keramik/porselin kualitas baik. Lubang penguras pada bak air dipasang pipa khusus yang dilengkapi dengan  penutup khusus yang mempunyai ulir kualitas baik. Untuk lokasi pekerjaan yang sudah mempunyai jaringan PDAM sumber air untuk kebutuhan Poskesdes diambil dari jaringan PDAM tersebut. Segala biaya yang timbul dari penyambungan air ini dibebankan pada kontraktor.
Pembuangan satu buah sumur gali dari beton cetak diameter minimum 80 cm. kedalaman minimum yang dibutuhkan adalah 10 cincin sumur dan maksimum hingga didapat air 2 cincin pada musim kemarau. Diatas tanah harus terpasang 2 cincin sumur yang sambungannya dplester dengan baik.  

10. PEKERJAAN LAIN-LAIN
    Sebelum pekerjaan diserah terimakan, kontraktor diwajibkan membongkar gudang, bangsal-bangsal kerja, membersihkan bahan-bahan bangunan, kotoran-kotoran bekas yang ada dalam kolasi bangunan, sehingga pada saat serah terima dilaksanakan, bangunan dalam keadaan bersih dan rapi.

Pada waktu diadakan serah terima pertama pekerjaan, maka kontraktor harus menyerahkan
·    Surat Izin mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat.
·    Surat tanda good keer pemasangan instalasi listrik dan berikut gambar pemasangan  instalasi dari pihak instalatur/PLN setempat.
·    Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan 100% dilanjutkan dengan Pengukuran Mutual Check 100% (MC-100) berikut pembuatan Gambar MC-100, hal ini diperlukan untuk mendapatkan besarnya volume/kwantitas pekerjaan yang telah dikerjakan. Dalam pelaksanaan nantinya PIHAK PERTAMA akan membentuk Panitia yang akan meneliti terhadap pelaksanaan MC-0 dan MC-100.
·    Dengan demikian pekerjaan dapat dilaksanakan secara terencana dengan baik, data-data dan gambar-gambar yang dihasilkan pun benar-benar dapat dipertanggung jawabkan baik secara fisik maupun secara administrasi.
·    Pekerjaan selanjutnya Pekerjaan Bangun Baru Poskesdes Desa Simpang Jaya  kami akan berpedoman pada petunjuk teknis yang telah tertuang/diuraikan dalam dokumen tentang Spesifikasi Teknis serta petunjuk-petunjuk teknis lainnya yang diberikan baik secara lisan maupun secara tertulis oleh pelaksana kegiatan, pengawas teknis, konsultan pengawas serta pihak-pihak lain yang ada hubungannya dengan pekerjaan tersebut diatas.
·    Demikian Metode Pelaksanaan ini kami uraikan untuk melengkapi lampiran penawaran Pekerjaan BANGUN BARU POSKESDES DESA SIMPANG JAYA KECAMATAN TADU RAYA KABUPATEN NAGAN RAYA DI SUKA MAKMUE.

                                        Pulo Teungoh, 10 Juni 2010
                                            Penawar,
                                        CV.Rambung Unoe




                                        Teuku Raja Muda
                                        Wkl Direktur

 





Tamu GSF

Kami memiliki 13 Tamu online

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday983
mod_vvisit_counterYesterday1081
mod_vvisit_counterThis week5200
mod_vvisit_counterLast week8979
mod_vvisit_counterThis month983
mod_vvisit_counterLast month39587
mod_vvisit_counterAll days1393310

Online (20 minutes ago): 14
Your IP: 54.227.12.219
,
Today: Jul 31, 2014
Translate Web Ke Bahasa :