busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:
Login

Don't You have account?

Sign Up

SP Facebook

;"kapan panitia C akan turun menertipkan perkebunan hak guna usaha perusahaan sari inti rakyat yang terindikasi terlantar";

Metode Pelaksanaan Pembangunan Balee Peuniyoh

GSF-Aceh. Bangunan yg dilaksanakan adalah Pembangunan Balee Peuniyoh Jambore Pramuka Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya di Suka Makmue dengan perincian sebagai berikut: Pekerjaan persiapan, Pekerjaan pondasi dan tanah, Pekerjaan pasangan dan plesteran, Pekerjaan beton bertulang, Pekerjaan kayu kosen pintu dan jendela, Pekerjaan  rangka dan penutup atap,  Pekerjaan langit-langit, Pekerjaan penutup lantai, Pekerjaan pengecatan, Pekerjaan kunci dan pengunci, Pekerjaan listrik dan Pekerjaan lain-lain

Metode Pelaksanaan Pembangunan Balee Peuniyoh
Pembangunan Balee Peuniyoh Pramuka Nagan Raya Tahun 2010
Meulaboh, 27 Juli 2012
GSF-Aceh. Bangunan yg dilaksanakan adalah Pembangunan Balee Peuniyoh Jambore Pramuka Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya di Suka Makmue dengan perincian sebagai berikut: Pekerjaan persiapan, Pekerjaan pondasi dan tanah, Pekerjaan pasangan dan plesteran, Pekerjaan beton bertulang, Pekerjaan kayu kosen pintu dan jendela, Pekerjaan  rangka dan penutup atap,  Pekerjaan langit-langit, Pekerjaan penutup lantai, Pekerjaan pengecatan, Pekerjaan kunci dan pengunci, Pekerjaan listrik dan Pekerjaan lain-lain


CV.RAMBUNG UNOE
JASA KONTRUKSI DAN LEVERANSIL
PULO  TEUNGOH  KEMUKIMAN  RANTO PANYG
KECAMATAN  MEUREUBO   KABUPATEN  ACEH  BARAT
Telp: 081360608842. Email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
===========================================================================
LEMBAR USULAN TEKNIS OLEH PENYEDIA JASA
Nama Paket         : Pembangunan Balee Peuniyoh Pramuka Nagan Raya.
Kegiatan              : Pembangunan Balee Peuniyoh
Sumber dana       : APBK Kab. Nagan Raya Tahun Anggaran 2010.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Bangunan yg dilaksanakan adalah Pembangunan Balee Peuniyoh Jambore Pramuka Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya di Suka Makmue dengan perincian sebagai berikut:
1.    Pekerjaan persiapan
2.    Pekerjaan pondasi dan tanah
3.    Pekerjaan pasangan dan plesteran
4.    Pekerjaan beton bertulang
5.    Pekerjaan kayu kosen pintu dan jendela
6.    Pekerjaan  rangka dan penutup atap
7.    Pekerjaan langit-langit
8.    Pekerjaan penutup lantai
9.    Pekerjaan pengecatan
10.    Pekerjaan kunci dan pengunci
11.    Pekerjaan listrik
12.    Pekerjaan lain-lain
Perincian bagian pekerjaan yg dilaksanakan didasarkan pada gambar rencana, BQ yg menjadi bagian tidak terpisahkan dari metode pelaksanaan ini.
1.    PEKERJAAN PERSIAPAN
    1.1    Lingkup Pekerjaan Meliputi Pekerjaan:
A. LOKASI
Lokasi dimana bangunan akan didirikan harus dibersihkan terlebih dahulu dan harus dilakukan dengan baik supaya pelaksanaan bangunan dapat berjalan dengan lancar. Penempatan bahan-bahan bangunan konstruksi serta bangsal kerja harus direncanakan dengan matang agar situasi kegiatan tak saling menghambat. Titik nol akan ditentukan oleh Direksi Pelaksana bersama-sama dengan pemborong. Selanjutnya titik ini harus merupakan tinggi rendah horizontal. Pemborong harus membuat ukuran juga tersebut diluar bangunan dengan tonggak (+/- 0,000) dan hanya boleh dibongkar setelah bangunan selesai. Penentuan titik lain dilapangan dilakukan oleh pemborong dengan water pass dan alat teropong yg telah ditera ketelitiannya. Semua alat ukur meliputi Teropong, Water Pass, Theodolith dan GLOBAL POSITION SYSTEM (GPS ) Sebenarnya aplikasi penggunaan receiver GLOBAL POSITION SYSTEM (GPS) bisa kita golongkan menjadi 5 kategori penggunaan sebagai berikut :
Location      : Untuk menentukan lokasi suatu titik   Atau posisi
Navigation : Untuk memudahkan bergerak dari   suatu   lokasi   kelokasi yg  lain
Tracking      : Melakukan monitoring benda berjalan, orang/ hal lainnya yg sudah kita tentukan obyeknya.
Mapping     : Untuk membuat peta
Timing         : Untuk mendapatkan ketelitian    
Semua ini termasauk meteran untuk ukuran panjang harus diperiksa terlebih dahulu oleh Direksi Pelaksana.
B.PEMASANGAN BOUWPLANK
1.    Sebelum galian tanah untuk pondasi dimulai bouwplank harus dipasang terlebih dahulu.
2.    Bahan bouwplank harus dipakai dari kayu kelas II dengan ukuran Listplank  Papan Kayu kelas III dan  kayu Kelas III/Bekisting
3.    Setelah bouwplank terpasang, harus dilaporkan kepada Direksi Pelaksana untuk diperiksa, agar pekerjaan selanjutnya dapat segera dilakukan.
2. PEKERJAAN PONDASI DAN TANAH
    2.1   Pedoman Pelaksanaan Pekerjaan Tanah
1.    Galian Tanah Pondasi
a.    Untuk keperluan pondasi harus dilakukan penggalian tanah sesuai dengan gambar RKS dan sesuatu atas petunjuk Direksi Pelaksana.
b.    Penggalian, Peninggian kemudian peralatan tanah harus dilakukan dimana dianggap perlu untuk pekerjaan tanah dibawah lantai dan lainnya menurut petunjuk Direksi Pelaksana.
c.    Semua bekas tanah galian yg tidak dipakai harus diangkat keluar dari halaman pekerjaan.

2.    Urug Tanah
a.    Dikerjakan dengan timbunan urug ialah :
-    Urug Tanah kembali
-    Urug pasir bawah lantai
b.    Bahan urugan yg diperlukan harus pasir urug atau tanah urug yg baik, banyak mengandung butir-butiran serta tidak banyak mengandung bahan organik seperti misalnya akar tumbuh-tumbuhan, sampah serta bahan-bahan lainnya.
c.    Urugan yg diklasifikasikan sebagai timbunan biasa akan terdiri dari galian tanah atau bahan berbutir-butir yg disetujui oleh Direksi.
3.    Timbunan Tanah
a.    Bahan urugan yg diperlukan harus dari pasir urug atau bahan pasir yg baik, banyak mengandung butir-butiran serta tidak banyak mengandung bahan organik seperti misalnya akar tumbuh-tumbuhan sampah serta bahan-bahan lainnya.
b.    Sebelum diadakan pengurugan, tanah dipermukaan sedalam lebih kurang 1/3 bagian tanah, kemudian baru diadakan pengurugan.
c.    Tanah urugan harus dibasahi dengan air pada saat dipadatkan.
3. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
   3.1   Pedoman Pelaksanaan
I.    Pengecoran Dinding
1.    Adukan harus diaduk dengan mesin pengaduk seperti yg dipersyaratkan dalam pekerjaan beton.
2.    Semua Pasangan Dinding Batu Bata, Tebal 1/2 bata Campuran 1 Pc : 2 Pp dan 4 Pc Sebelum pengikatan batu bata tersebut harus dibuat mal dengan rapi dengan tebal dinding disesuaikan.
3.    Tiang dari kayu dilapisi dengan kawat ayam sebelum pengecoran.
II.    Plasteran
1.    Plasteran trasram 1 PC: 2 PC dipergunakan pada tempat-tempat pengecoran dikedua sisinya.
2.    Plasteran tembok lainnya dipergunakan campuran 1 PC: 4 PC untuk sisi luar dan sisi dalam termasuk plasteran beton.
3.    Plasteran batu dipasang setelah :
-    Penutup Atap dipasang
-    Pipa Air terpasang
4.    Pekerjaan plasteran harus lurus, sama rata, tidak bengkok harus tegak lurus. Adanya pecahan atau retak, keropos maka bagian tersebut harus dibongkar kembali untuk diperbaiki.
5.    Plesteran 1 Pc : 2 Pp, Tebal 15 mm
6.    Plesteran 1 Pc : 4 Pp, Tebal 15  mm
7.    Plesteran 1 Pc : 2 Pp, Tebal 10 mm
8.    Acian Semen
III.    Lantai Beton Cor
Pengecoran bidang horizontal harus mempunyai permukaan rata (rata air). Pengecoran ini bercampur 1 PC : 3 Pasir : 5 Kerikil, dilakukan diatas pasir yg telah rata dan dipadatkan, Lantai Kerja Beton Mutu Fc=7,4 Mpa ( K 100), Slump (3-6) Cm, W/C = 0,87.
4. PEKERJAAN BETON BERTULANG
Pekerjaan Tiang Diatas Pondasai tapak
Setelah semua pondasi Tapak selesai dicor dan bekisting dapat dibuka, pekerjaan selanjutnya adalah pekerjaan Tiang Diatas Pondasi Tapak. Setelah semua bekisting untuk masing-masing type Tiang Diatas Pondasi tapak selesai dipasang dan semua penampang Tiang Diatas Pondasi tapak selesai dirakit serta telah disetujui oleh Direksi maka pekerjaan pengecoran dapat dilaksanakan sesuai persyaratan sebagai berikut :
Ø    Mutu Beton
Ø    Mutu Beton yg dipakai untuk pekerjaan sloof ini adalah mutu beton K225.
Ø    Bahan
Ø    Semen
Semen yg digunakan adalah Portland Cement jenis I menurut NI – 8 tahun 1972 dan memenuhi S – 400 menurut Standar Cement Portland yg digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8 tahun 1972). Semen yg telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak semen, tidak dipakai sebagai bahan campuran. Penyimpanan dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yg lembab agar semen tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen ditinggikan 30 cm dan tumpukan paling tinggi 2 m. Setiap semen baru yg masuk akan dipisahkan dari semen yg telah ada agar pemakaian semen dapat dilakukan menurut urutan pengiriman.



Ø    Pasir beton
Pasir beton berupa butir-butir tajam dan keras, bebas dari bahan-bahan organis, Lumpur dan memenuhi komposisi butir serta kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yg tercantum dalam Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03.
Ø    Kerikil
Kerikil yg digunakan yg bersih dan bermutu baik, serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai yg disyaratkan dalam Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03. Penimbunan kerikil dengan pasir dipisahkan agar kedua jenis material tersebut tidak tercampur untuk menjamin aduk beton dengan komposisi material yg tepat.
Ø    A i r
Air yg digunakan air tawar, tidak mengandung minyak, asam, alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yg dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini akan dipakai air yg dapat diminum.
Ø    Besi Beton
Besi beton yg digunakan adalah besi beton ulir ukuran Ø18mm untuk tulangan dan Ø10mm untuk begel dengan mutu yg sesuai dengan spesifikasi teknis yg ada.     Daya lekat baja tulangan dijaga dari kotoran, lemak, minyak, karat lepas dan bahan lainnya. Besi beton disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan diudara terbuka dalam jangka waktu panjang. Membengkok dan meluruskan tulangan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan meminta persetujuan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. Jika dipasaran tidak ada diameter besi sesuai dengan yg ditetapkan dalam gambar, maka dilakukan penukaran dengan diameter yg terdekat dengan catatan ada persetujuan Konsultan Pengawas. Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempat tersebut tidak akan kurang dari yg tertera dalam gambar (dalam hal ini yg dimaksud adalah jumlah luas).
Ø    Cetakan (Bekisting)
Bahan yg digunakan untuk cetakan dan acuan bermutu baik sehingga hasil akhir konstruksi mempunyai bentuk, ukuran dan batas-batas yg sesuai dengan yg ditunjukkan oleh gambar rencana dan uraian pekerjaan. Pembuatan cetakan dan acuan dilakukan berdasarkan ketentuan-ketentuan didalam Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03.
Pedoman Pelaksanaan
Ø    Sama seperti dalam pedoman pelakasanaan Pekerjaan Pondasi, sebelum melaksanakan pengecoran beton pada bahagian utama dari konstruksi, maka terutama akan memberitahukan Pemberi Tugas untuk mendapat persetujuan.
Ø    Kecuali ditentukan lain dalam Rencana kerja dan syarat-syarat, maka sebagai pedoman tetap dipakai Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03.
Ø    Akan segera melaporkan secara tertulis pada Konsultan Pengawas apabila ada perbedaan yg didapat dalam gambar konstruksi dan gambar arsitektur,
Ø    Adukan Beton
Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ketempat pengecoran  dilakukan dengan cara yg disetujui oleh Konsultan Pengawas, yaitu : Tidak berakibat pemisahan dan kehilangan bahan-bahan. Tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yg menyolok antara beton yg sudah dicor dan yg akan dicor, dan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton memenuhi Peraturan Beton Bertulang Indonesia  SK-SNI-T-15-1919-03.
Ø    Perawatan Beton
Beton yg sudah dicor dijaga agar tidak kehilangan kelembaban untuk paling sedikit    21 hari. Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut : Dipergunakan karung-karung goni yg senantiasa basah sebagai penutup beton. Hasil pekerjaan beton yg tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak mengikuti bentuk yg diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beton, dan lain-lain yg tidak memenuhi syarat, segera dibongkar kembali sebagian atau seluruhnya menurut perintah Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya diganti atau diperbaiki.
Ø    Pekerjaan Sloof
Setelah semua Tiang Diatas Pondasi Tapak selesai dicor dan bekisting dapat dibuka, pekerjaan selanjutnya adalah pekerjaan Sloof. Sloof yg digunakan dalam pekerjaan ini terdiri dari 3 ukuran penampang sloof yaitu : Sloof 40/60, Sloof 25/40 dan Sloof 20/30. Setelah semua bekisting untuk masing-masing type sloof selesai dipasang dan semua penampang sloof selesai dirakit serta telah disetujui oleh Direksi maka pekerjaan pengecoran dapat dilaksanakan sesuai persyaratan sebagai berikut :
Ø    Mutu Beton
Ø    Mutu Beton yg dipakai untuk pekerjaan sloof ini adalah mutu beton K225.
Ø    Bahan
Ø    Semen
Semen yg digunakan adalah Portland Cement jenis I menurut NI – 8 tahun 1972 dan memenuhi S – 400 menurut Standar Cement Portland yg digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8 tahun 1972). Semen yg telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak semen, tidak dipakai sebagai bahan campuran. Penyimpanan dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yg lembab agar semen tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen ditinggikan 30 cm dan tumpukan paling tinggi 2 m. Setiap semen baru yg masuk akan dipisahkan dari semen yg telah ada agar pemakaian semen dapat dilakukan menurut urutan pengiriman.

Ø    Pasir beton
Pasir beton berupa butir-butir tajam dan keras, bebas dari bahan-bahan organis, Lumpur dan memenuhi komposisi butir serta kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yg tercantum dalam Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03.
Ø    Kerikil
Kerikil yg digunakan yg bersih dan bermutu baik, serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai yg disyaratkan dalam Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03. Penimbunan kerikil dengan pasir dipisahkan agar kedua jenis material tersebut tidak tercampur untuk menjamin aduk beton dengan komposisi material yg tepat.
Ø    A i r
Air yg digunakan air tawar, tidak mengandung minyak, asam, alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yg dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini akan dipakai air yg dapat diminum.
Ø    Besi Beton
Besi beton yg digunakan adalah besi beton ulir ukuran Ø18mm untuk tulangan dan Ø10mm untuk begel dengan mutu yg sesuai dengan spesifikasi teknis yg ada.     Daya lekat baja tulangan dijaga dari kotoran, lemak, minyak, karat lepas dan bahan lainnya. Besi beton disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan diudara terbuka dalam jangka waktu panjang. Membengkok dan meluruskan tulangan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan meminta persetujuan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. Jika dipasaran tidak ada diameter besi sesuai dengan yg ditetapkan dalam gambar, maka dilakukan penukaran dengan diameter yg terdekat dengan catatan ada persetujuan Konsultan Pengawas. Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempat tersebut tidak akan kurang dari yg tertera dalam gambar (dalam hal ini yg dimaksud adalah jumlah luas).
Ø    Cetakan (Bekisting)
Bahan yg digunakan untuk cetakan dan acuan bermutu baik sehingga hasil akhir konstruksi mempunyai bentuk, ukuran dan batas-batas yg sesuai dengan yg ditunjukkan oleh gambar rencana dan uraian pekerjaan. Pembuatan cetakan dan acuan dilakukan berdasarkan ketentuan-ketentuan didalam Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03.
Ø    Pekerjaan Kolom
Setelah semua Pondasi Tapak, Pondasi Relak, Pondasi batu Gunung, Tiang Diatas Pondasi Tapak dan Sloof selesai dicor dan bekisting dapat dibuka, pekerjaan beton bertulang terakhir dari paket ini adalah pekerjaan Kolom untuk tribun. Dimensi penampang untuk kolom ini adalah 50/80 dengan ketinggian 2,25m. Setelah semua bekisting terpasang dengan baik dan telah diperiksa dan disetujui oleh Direksi maka pekerjaan pengecoran dapat dilaksanakan sesuai persyaratan sebagai berikut :
Ø    Mutu Beton
Ø    Mutu Beton yg dipakai untuk pekerjaan sloof ini adalah mutu beton K225.
Bahan
Ø    Semen
Semen yg digunakan adalah Portland Cement jenis I menurut NI – 8 tahun 1972 dan memenuhi S – 400 menurut Standar Cement Portland yg digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8 tahun 1972). Semen yg telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak semen, tidak dipakai sebagai bahan campuran. Penyimpanan dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yg lembab agar semen tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen ditinggikan 30 cm dan tumpukan paling tinggi 2 m. Setiap semen baru yg masuk akan dipisahkan dari semen yg telah ada agar pemakaian semen dapat dilakukan menurut urutan pengiriman.
Ø    Pasir beton
Pasir beton berupa butir-butir tajam dan keras, bebas dari bahan-bahan organis, Lumpur dan memenuhi komposisi butir serta kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yg tercantum dalam Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03.
Ø    Kerikil
Kerikil yg digunakan yg bersih dan bermutu baik, serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai yg disyaratkan dalam Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03. Penimbunan kerikil dengan pasir dipisahkan agar kedua jenis material tersebut tidak tercampur untuk menjamin aduk beton dengan komposisi material yg tepat.
Ø    A i r
Air yg digunakan air tawar, tidak mengandung minyak, asam, alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yg dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini akan dipakai air yg dapat diminum.
Ø    Besi Beton
Besi beton yg digunakan adalah besi beton ulir ukuran Ø18mm untuk tulangan dan Ø10mm untuk begel dengan mutu yg sesuai dengan spesifikasi teknis yg ada.     Daya lekat baja tulangan dijaga dari kotoran, lemak, minyak, karat lepas dan bahan lainnya. Besi beton disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan diudara terbuka dalam jangka waktu panjang. Membengkok dan meluruskan tulangan dilakukan dalam keadaan batang-

dingin. Tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan meminta persetujuan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. Jika dipasaran tidak ada diameter besi sesuai dengan yg ditetapkan dalam gambar, maka dilakukan penukaran dengan diameter yg terdekat dengan catatan ada persetujuan Konsultan Pengawas. Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempat tersebut tidak akan kurang dari yg tertera dalam gambar (dalam hal ini yg dimaksud adalah jumlah luas).
Ø    Cetakan (Bekisting)
Bahan yg digunakan untuk cetakan dan acuan bermutu baik sehingga hasil akhir konstruksi mempunyai bentuk, ukuran dan batas-batas yg sesuai dengan yg ditunjukkan oleh gambar rencana dan uraian pekerjaan. Pembuatan cetakan dan acuan dilakukan berdasarkan ketentuan-ketentuan didalam Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03.
Pedoman Pelaksanaan
Ø    Sama seperti dalam pedoman pelakasanaan Pekerjaan Pondasi, sebelum melaksanakan pengecoran beton pada bahagian utama dari konstruksi, maka terutama akan memberitahukan Pemberi Tugas untuk mendapat persetujuan.
Ø    Kecuali ditentukan lain dalam Rencana kerja dan syarat-syarat, maka sebagai pedoman tetap dipakai Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03.
Ø    Akan segera melaporkan secara tertulis pada Konsultan Pengawas apabila ada perbedaan yg didapat dalam gambar konstruksi dan gambar arsitektur,
Ø    Adukan Beton
Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ketempat pengecoran  dilakukan dengan cara yg disetujui oleh Konsultan Pengawas, yaitu : Tidak berakibat pemisahan dan kehilangan bahan-bahan. Tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yg menyolok antara beton yg sudah dicor dan yg akan dicor, dan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton memenuhi Peraturan Beton Bertulang Indonesia   SK-SNI-T-15-1919-03.
Ø    Perawatan Beton
Beton yg sudah dicor dijaga agar tidak kehilangan kelembaban untuk paling sedikit   21 hari. Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut : Dipergunakan karung-karung goni yg senantiasa basah sebagai penutup beton. Hasil pekerjaan beton yg tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak mengikuti bentuk yg diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beton, dan lain-lain yg tidak memenuhi syarat, segera dibongkar kembali sebagian atau seluruhnya menurut perintah Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya diganti atau diperbaiki.
1.    PEKERJAAN KAYU KOSEN PINTU DAN JENDELA
Kosen pintu dan jendela (kayu), dengan ukuran kayu untuk kosen 6/13 cm. (Ukuran setelah jadi dibuat). Konstruksi sambungan kayu harus rapi, tidak longgar,ikatan perkuatan harus menggunakan pen kayu keras yg sebelumnya bidang sambungan ini  harus dilumuri dengan lem kayu, agar sambungannya dapat melekat dangan baik. Setiap kosen pintu harus  dilengkapi dengan   angker minimal 3 buah untuk kiri kana kosen yg memekat ketembok. Khusuh untuk kosen pintu dibawah kosen dilengkapi dengan dork yg angker kedalam neut beton. Semua bidang kosen yg bersinggungan dengan dinding beton dibuat alur-alur kapur, kemudian bidang tersebut diawetkan dengan cat meni 2 (dua) kali.  
Daun pintu/jendela dan ventilasi daun pintu panil petak 8 (delapan ) dibuat dengan kayu meuranti batu kualitas baik, dan diisyaratkan agar kontraktor membeli langsung pada took dengan kualitas rumah tinggal (bukan kualitas bangunan yg diborongkan ). Tidak dibenarkan kontraktor membuat sendiri dilapangan pekerjaan. Khusus untuk pintu KM/WC  pada bagian dalam dilapisi dengan seng plat aluminium. Pelapisan seng plat aluminium ini harus rapi. Pada sudut-sudut daun pintu tidak boleh ada penonjolan seng plat. Apabila menurut penilaian pengawas pemasangan tidak rapi maka, pengawas berhat menolak daun pintu tersebut. Ventilasi jalusi dibuat dari papan klas II dengan ukuran 1,5 x 13 cm dan diketam halus serta dipasang dengan rapi. Lesplank dibuat dari papan lebar sesuai gambar. Pemasangannya dipakukan langsung pada groding. Pemasangan harus rapid dan lurus. Apabila dijumpai pemasangan yg tidak lurus, maka bagian tersebut dibangkar dan diperbaiki kembali atas beban kontraktor.  Untuk kayu ukuran motif Aceh digunakan kayu meuranti batu kualitas baik.
6. PEKERJAAN RANGKA DAN PENUTUP ATAP
Rangka atap
    Rangka atap khusus baja ringan( Multi Trust) dan dipasang dengan ukuran yg ditetapkan dalam gambar, dan ukuran baja untuk rangka badan Multi trust ( C75/100) cm. kontruksi sambungan baja harus rapi, tidak longgar, ikatan perkuatan harus mengunakan sekrup. Akhir dari pasangan harus rata dan tidak bergelombang penjelasan sebagai berikut:
1.    Pekerjaan Kayu
a.    Lingkup Pekerjaan
1.    Kosen Kayu Kelas I
a.    Mutu Bahan
-    Semua kayu untuk jenis yg ditentukan harus dari kwalitas yg baik, tidak ada getah, celah, mata kayu yg lepas atau mati, susut pinggir-pinggirnya dimakan bubuk dan cacat-cacat lainnya. Kelembaban kayu yg dipakai untuk-

pekerjaan kayu harus kurang dari 15 % (dengan wood moisture tester).
-    Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran jadi (finish), yaitu ukuran kayu setelah selesai dikerjakan dan terpasang. Bagian permukaan kayu yg nampak harus disebut rata dan licin, sedangkan untuk semua pekerjaan kayu kasar dibiarkan gergagjinya kecuali bila ditentukan untuk dihaluskan.
-    Pada semua pekerjaan kayu, bahan kayu diberi lapisan pengawet/pelindung untuk kayu kasar dengan residu, untuk kayu halus yg akan dicat diberi lapisan mini.
a.    Pekerjaan Kayu
1.    Kosen harus dibuat dengan kokoh dan pada setiap pertemuan disambung dengan pasak kayu sedemikian rupa hingga diperoleh rangka mulus dan kaku.
2.    Kosen untuk ventilasi kaca harus dibuat dgn ukuran yg tepat sehingga pemasangan kaca rapi dan tidak miring.
3.    Pada semua kosen pintu harus dipasang besi angker ø 10 mm minimum kiri kanan kosen 6 buah.
I.    Pekerjaan Atap
a.    Lingkup Pekerjaan :
-    Kayu Kuda-Kuda
-    Perkayuan Atap
-    Seng Cat Pakbrik 0,30
-    Bubungan Seng BJLS 0,30
7. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT
-    Untuk plafon digunakan Plafond Plywood/ Truplek 4 mm pada seluruh ruangan. Ukuran dan ketinggian sesuai dengan gambar bestek/detail.
-    Rangka langit-langit induk memakai kayu kelas II ukuran kualitas yg baik. Rangka pembagi menggunakan kayu kelas II .
-    Digunakan Plafond Plywood/ Truplek 4 mm.
-    Sambungan antar tripleks dipasang Kayu Profil Plafond/ List Profil, termasuk pada bagian pinggir yg berhu bungan dengan dinding.
8. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI
Dibawah lantai, sub lapisan kerikil yg padat (8-16 mm) dengan ketebalan minimal 5 cm harus dihamparkan guna menghindari lembab di bawah lantai. Untuk pekerjaan pengecoran lantai cor dipakai campuran 1 Pc : 3 Ps : 5 Kr dengan ketebalan 15 cm dan Aci halus permukaannya. Lantai Kerja Beton Mutu Fc=7,4 Mpa ( K 100), Slump (3-6) Cm, W/C = 0,87
Untuk beton tumbuk 1 Pc : 3 Ps : 5 Kr (K150), T=10 Cm.
Rangka + Lantai Papan, T = 3 Cm (diketam)
Plywood Tebal 9 mm
Dolken Kayu Galam, Ø 8-10/400 Cm dengan ukuran yg telah ditentukan pada gambar .
9. PEKERJAAN PENGECATAN
    9.1 Pedoman Pelaksanaan
Pekerjaan pengecatan dilaksanakan setelah pemasangan plafond. Pekerjaan ini dapat dilakukan dengan rapi agar, residu harus betul-betul rata, berwarna sama, pengecatan minimal 2(dua) kali. Pekerjaan cat kayu harus dilakukan lapis demi lapis dengan memperhatikan waktu pengeringan jenis bahan yg digunakan.
1.    Mengecat Tembok Baru ( 1 Lapis Plamir, 1 Lapis Cat Dasar, 2 Lapis Cat Penutup)
2.    Mengecat Bidang Kayu Baru ( 1 Lapis Plamir, 1 lapis Cat Dasar, 2 Lapis Cat Penutup)
3.    Mengecat Residu Kayu
Urutan pekerjan sebagai berikut:
·    2(dua) kali pekerjaan meni kayu/cat dasar.
·    1(satu) kali lapis pengisi dengan plamir kayu.
·    Penghalusan dengan amplas.
·    Finishing dengan cat kayu sampai rata minimal 2 (dua) kali. Pengecatan dinding harus dilakukan menurut proses sebagai barikut:
·    Penggosokan dinding dengan batu gosok sampai rata dan halus, setelah itu dilap dengan kain basah hingga bersih.
·    Melapis dinding dengan plamur tembok dipoles sampai rata. Setelah betul-betul kering digosok dengan amplas halus dan dilap dengan kain kering yg bersih.
·    Pengecatan dengan cat tembok emulsi sampai rata minimal 2 (dua) kali.
·    Pekerjaan cat tembok harus menghasilkan warna merata sama dan tidak terdapat belang-belang atau noda-noda mengelupas.
Pengecatan plafond harus dilakukan menurut proses berikut:
·    Membersihkan bidang plafond yg akan dicat.
·    Mengecat plafond 2 (dua) kali, sehingga menghasilkan bidang pengecatan yg merata sama tidak terdapat belang-belang atau noda-noda mengelupas.


10. PEKERJAAN KUNCI DAN PENGUNCI
·    Pekerjaan  pintu Pasang Kunci Tanam Biasa sesuai gambar dari jenis  baik,  serta  tidak terdapat cacat  yg akan mengurangi kekuatan serta keindahan konstruksi.
·    Pekerjaan pasang Engsel Pintu dan Engsel jendela disesuaikan dengan gambar dengan dua buah engsel secara baik, dimana tinggi antara lantai dengan pintu 1 cm.
·    Setiap daun pintu dipasang dua buah engsel, dengan bukaan dua arah kesebelah kiri dan kanan.
·    Pasang Kait Angin (Hak Angin Jendela)  dengan rapi
·    Pasang Kunci Selot (Grendel/pacok) yg kuat dan kokoh sehingga tidak mudah tercabut
·    Pasang Pegangan Pintu/ Jendela (Tarikan) dengan baik dan kuat menghindari tercabut pada buka dan tutup pintu maupun jendela sebab jika tidak dilakukan dengan rapi dan kuat pintuk dan jendela cepat rusak karena tidak terkunci dengan rapi akibat tarikan yg sudah tidak berfungsi.
11. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
    11.1 Pedoman Pelaksanaan
Pemasangan instalasi listrik dan tata letak titik lampu/stop kontak serta jenis armatur lampu yg dipakai harus dikerjakan sesuai dengan gambar instalasi listrik. Sedangkan sistem pemasangan pipa-pipa listrik pada dinding maupun beton harus ditanam (system inbouw) dan penarikan kabel (jaringan kabel) diatas plafond diikat dengan isolator khusus dengan 1,00 atau 1,20 m, atau jaringan kabel diatas plafond tersebut dimasukkan dalam pipa PVC. Khusus untuk instalasi kontak harus dilengkapi kabel orde (pertanahan) sesuai dengan peraturan yg berlaku (mencapai dan terendam air tanah).
Pemasangan instalasi listrik berikut penggunaan bahan atau komponen- komponennya harus disesuaikan dengan system tegangan local 220 Volt. Daya yg digunakan 10 amperan untuk seluruh bangunan. Untuk pekerjaan instalasi listrik, atas pesetujuan direksi, pemborong boleh menunjuk pihak ketiga (instalatur yg memiliki izin usaha instalasi listrik atau izin instalatur yg masih berlaku dari Perum Listrik Negara (PLN) Pemborong tetap bertanggung jawab penuh atas pekerjaan ini sampai listrik tersebut menyala (siap digunakan). Termasuk biaya pengujian dengan pihak PLN.
Pengujian instalasi listrik harus dilakukan kontraktor pada beban penuh selama 1 x 24 jam secara terus menerus. Semua biaya yg timbul akibat pengujian ini menjadi tanggung jawab kontraktor. Kontraktor berkewajiban memasukan arus listrik yg bersumber dari instalasi PLN. Besarnya daya yg diperlukan adalah 30  amperan  untuk seluruh bangunan. Pemasukan arus listrik ini bila harus menambah tiang maka kontraktor harus menambah tiang beton pra cetak. Biaya penambahan tiang dan kabel listrik menjadi beban kontraktor.
12. PEKERJAAN LAIN-LAIN
Pekerjaan lain yg dilakukan adalah sebagai berikut:
1.    Motif Tolak Angin yg dikerjakan dengan sebaik-baiknya dan seindah-indanya.
2.    Relief Beton Tolak Angin dilakukan dengan rapid an halus.
3.    Dinding Papan Bermotif diukir dengan baik sesuai petunjuk pemberi pekerjaan dan gambar.
4.    Relief Tiang Kolom yg dilakukan dengan rapid an halus.
Setelah selesai semuanya perkerjaan tersebut diatas baru pekerjaan diserah terimakan, kontraktor diwajibkan membongkar gudang, bangsal-bangsal kerja, membersihkan bahan-bahan bangunan, kotoran-kotoran bekas yg ada dalam kolasi bangunan, sehingga pada saat serah terima dilaksanakan, bangunan dalam keadaan bersih dan rapi.
Pada waktu diadakan serah terima pertama pekerjaan, maka kontraktor harus menyerahkan
·    Surat Izin mendirikan Bangunan (IMB) yg dikeluarkan pemerintah daerah setempat.
·    Surat tanda good keer pemasangan instalasi listrik dan berikut gambar pemasangan  instalasi dari pihak instalatur/PLN setempat.
·    Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan 100% dilanjutkan dengan Pengukuran Mutual Check 100% (MC-100) berikut pembuatan Gambar MC-100, hal ini diperlukan untuk mendapatkan besarnya volume/kwantitas pekerjaan yg telah dikerjakan. Dalam pelaksanaan nantinya PIHAK PERTAMA akan membentuk Panitia yg akan meneliti terhadap pelaksanaan MC-0 dan MC-100.
·    Dengan demikian pekerjaan dapat dilaksanakan secara terencana dengan baik, data-data dan gambar-gambar yg dihasilkan pun benar-benar dapat dipertanggung jawabkan baik secara fisik maupun secara administrasi.
·    Pekerjaan selanjutnya Pekerjaan Pembangunan Balee Peuniyoh Pramuka Nagan Raya  kami akan berpedoman pada petunjuk teknis yg telah tertuang /diuraikan dalam dokumen tentang Spesifikasi Teknis serta petunjuk-petunjuk teknis lainnya yg diberikan baik secara lisan maupun secara tertulis oleh pelaksana kegiatan, pengawas teknis, konsultan pengawas serta pihak-pihak lain yg ada hubungannya dengan pekerjaan tersebut diatas.
·    Demikian Metode Pelaksanaan ini kami uraikan untuk melengkapi lampiran penawaran Pekerjaan Pembagunan Balee Peuniyoh Pramuka Nagan Raya di Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya.
                                        Pulo Teungoh, 08 Juli 2010
                                               Penawar,
                                                 CV.Rambung Unoe



                                                      Teuku Raja Muda
                                                            Wkl Direktur

 





Tamu GSF

Kami memiliki 16 Tamu online

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday975
mod_vvisit_counterYesterday973
mod_vvisit_counterThis week1948
mod_vvisit_counterLast week8979
mod_vvisit_counterThis month38565
mod_vvisit_counterLast month42320
mod_vvisit_counterAll days1390058

Online (20 minutes ago): 17
Your IP: 54.225.18.187
,
Today: Jul 28, 2014
Translate Web Ke Bahasa :