busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Apa Anda Suka Facebook GSF Online

SP Facebook

Update Berita

;"kapan panitia C akan turun menertipkan perkebunan hak guna usaha perusahaan sari inti rakyat yang terindikasi terlantar";

Contoh Metode pelaksanaan Pengadaan Barang
Setelah mengikuti aanwijzing serta mempelajari dokumen pengadaan, dengan ini kami membuat metode pelaksanaan pekerjaan dalam rangka pengadaan bibit karet kecamatan woyla 60.000 batang, yang merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan guna memperoleh bibit karet dengan kualitas yang bagus/ unggul dengan jumlah yang cukup, sebagai berikut:
METODE PELAKSANAAN
Nama Paket        : Pengadaan Bibit Karet Kec. Woyla, (KP.40)
Lokasi            : Kabupaten Aceh Barat
Tahun Anggaran    : 2011

Setelah mengikuti aanwijzing serta mempelajari dokumen pengadaan, dengan ini kami membuat metode pelaksanaan pekerjaan dalam rangka pengadaan bibit karet kecamatan woyla 60.000 batang, yang merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan guna memperoleh bibit karet dengan kualitas yang bagus/ unggul dengan jumlah yang cukup, sebagai berikut:

1.    PEKERJAAN PERSIAPAN
a.    Koordinasi dengan pengguna barang
Pengguna barang dalam hal ini adalah Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK) Pembagunan Kebun Karet Rakyat Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Barat.  Koordinasi dengan pengguna barang sangat penting untuk menyampaikan struktur organisasi lapangan, time schedule, pelaksanaan pekerjaan, mengurus administrasi, yang diperlukan serta mengetahui lokasi titik bagi secara detil sehingga proses pelaksanaan pekerjaan mulai tahap persiapan sampai distribusi bibit karet dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Dan cakupan pengadaan dari pekerjaan ini, pengadaan belanja Bibit Karet pada Kegiatan Pembangunan Kebun Karet Rakyat Tahun 2011, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Barat. Mempersiapkan semua kebutuhan sesuai dengan daftar yang tertera pada Bill of Quantity dan juga menyerahkan jaminan pelaksana.
b.    Observasi Lapangan.
Setelah lokasi titik bagi secara detil diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah melakukan observasi lapangan terhadap seluruh lokasi titik bagi sehingga diperoleh gambaran/informasi secara konkret mengenai karakteristik wilayah tiap tiap lokasi titik bagi yang sudah ditentukan oleh pengguna barang. Informasi tersebut akan menentukan mekanisme distribusi bibit karet yaitu:
1)    Bila lokasi titik bagi dapat ditempuh  dengan kenderaan bermotor (truck/dump truck/colt diesel),
2)    Bila titik bagi harus melintasi jembatan gantung sehingga memerlukan kereta sorong .
3)    Bila titik bagi melintasi gunung jalan setapak maka diperlukan penarikan dengan kerbau dengan gerobak.
4)    Bila titik bagi harus melalui sungai sehingga memerlukan sampan/perahu motor dalam proses pengangkutanmya.
c.    Menyiapkan Tempat Karangtina Bibit Karet
Untuk meperkecil permasaalah kerusakan maupun kematian bibit karet setelah disalurkan pada kelompok tani, kami melakukan karangtina bibit karet yang diangkut dari medan sumatera utara. Maka diperlukan tempat karangtina didaerah woyla yang tidak jauh dari lokasi penerimaan bibit karet.

2.    PEKERJAAN PEMBELIAN BIBIT KARET.
A.    Tahapan pekerjaan ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pekerjaan secara keseluruhan. Oleh karena itu kerja sama dengan penangkar bibit karet sangat penting halnya untuk memastikan agar bibit karet yang dibeli untuk kemudian  didistribusikan kelokasi titik bagi sesuai dengan spesifikasi teknis (kualitas baik dan jumlahnya cukup) yaitu 60.000 batang ditambah 3.000 batang mortalitas dengan spesifikasi sebagai berikut:
a)    Klon anjuran 2006-2010 Undang-Undang no.12 th.1992 (benih bina) :  pb.260, pb 330, pb 340, irr 104, irr 112, irr 118, irr 220 dan   pb 24
b)    Warna daun :  hijau tua


c)    Diameter batang bawah minimal:  minimal 1,3 cm
d)    Diameter batang atas minimal :  4,5 mm
e)    Tinggi bibit minimal:  30 cm
f)    Umur bibit:  minimal 4 bulan setelah diserong
g)    Polybag:  berlubang
h)    Ukuran polybag:  14 x 35 cm atau 16 x 40 cm
i)    Ketebalan minimal:  0,08 mm
j)    Kondisi bibit:  sehat, baik dan bebas hama penyakit
k)    Sertifikasi:  dari balai besar pembenihan dan proteksi tanaman perkebunan  medan atau lembaga pembenihan  pemerintah yang resmi.
l)    Label:  biru
m)    Distributor: kelompok tani/gampong (menyebar) dalam   kabupaten aceh barat.

Pada saat pembelian/transaksi denga cv. Dian agro permana ditanjong morawa kami membawa ikut serta dua orang petugas teknis dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Barat didampingi oleh tenaga ahli perusahaan cv. Rambung unoe (penyedia barang dan jasa) kelokasi Pembibitan karet untuk diperiksa agar pembelian bibit karet tidak palsu dan sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.
B.    Pemesanan adalah proses pemesanan merupakan cakupan kegiatan yang diperlukan tergantung pada jumlah Bibit yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah yang tertera pada Bill of Quantity dan sebagaimana diisyaratkan di bagian-bagian lain dari dokumen kontrak.
C.    Pembayaran DP ke Supplayer proses pembayaran Down Paymen dilakukan setelah semua persyaratan kontrak telah diselesaikan mencakup segala kebutuhan bibit karet telah disepakati kedua belah pihak.
D.    Perawatan dan pengiriman, setelah dilakukan pemesanan kepada supplayer sesuai dengan kebutuhan yang telah disepakati maka akan dilakukan pengiriman. Pengiriman Bibit akan dilakukan oleh suplyer sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan dan sesuai dengan jadwal pemesanan barang. Semua Bibit yang di supplay akan diasuransikan secara penuh dalam mata uang rupiah terhadap kerusakan atau transportasi, penyimpanan dan pengiriman seperti yang telah ditetapkan dalam SKK . Bibit yang dipasok oleh suplyer untuk sementara waktu ditempatkan pada lahan penyimpanan/ karantina untuk dilakukan perawatan dan pemeliharaan sehingga bibit karet tersebut benar-benar sehat dan baik untuk dikirim ke titik bagi. Jika ditetukan dalam kontrak kerja, pemasok harus membawa barang kelokasi akhir atau titik bagi maka pengangkutan termasuk asuransi dan penyimpanan harus diatur oleh pemasok dan biaya untuk hal tersebut sudah termasuk dalam harga kontrak. Bibit yang dipasok sesuai dengan standar dan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
3.    PEKERJAAN KARANGTINA BIBIT KARET.
a.    Supleyer, bibit yang dibeli dari medan sumatera utara dari CV. Dian Agro Permana Tanjong Morawa diangkut dengan truck dengan pengawasan yang cukup sehingga tidak terjadi pertukaran bibit diperjalanan dari medan ke kecamatan Woyla  Kabupaten Aceh Barat tempat karangtina bibit karet yang lelah dalam perjalanan distrirahatkan dulu yaitu karangtina dengan perawatan rutinitas sampai sembuh dan normal kembali dan baru dilakukan distribusi kepada kelompok penerima setelah diperiksa oleh tim intansi teknis.
b.    Pemeriksaan Barang Dilokasi Karantina, pemeriksaan Bibit  yang akan dikirim oleh pemasok barang harus diperiksa oleh pemberi pekerjaan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi standar dan mutu, kualitas dan kuantitas serta spesifikasi yang telah ditetapkan.

4.    SERAH TERIMA DAN PEMERIKSAAN BARANG .
Sebelum serah terima bibit karet dilakukan, maka bibit akan diperiksa terlebih dahulu oleh seluruh anggota tim pemeriksa yang berwenang dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Barat. Bibit yang akan diserah terima kan adalah bibit yang memenuhi spesifikasi teknis baik dari segi kualitas maupun jumlahnya.
5.    PEKERJAAN DISTRIBUSI BIBIT KARET KE TITIK LOKASI.
a.    Distribusi Setelah proses karangtina bibit karet selesai, dan Setelah diperiksa oleh pejabat teknis Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Barat maka tahapan mendistribusikan pada kelompok tani penerima yang dilakukan pengawasan agar bibit karet sempurna diterima oleh masyarakat (kelompok tani). Proses pengangkutan dilakukan dengan penuh kehati hatian agar bibit karet tidak rusak baik polybag maupun terganggu pertumbuhan. Apabila bibit karet rusak dan mati maka pihak pengadaan baran/jasa mengantikan dengan spesifikasi yang sama yaitu bibit mortalitas 3.000 batang yang dicadangkan.
b.    Pengiriman ketitik lokasi bagi, penerimaan barang akan dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan oleh pemberi kerja : Pemberi kerja atau wakil yang ditunjuk berhak memeriksa bibit yang akan diserahkan, apakah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Pemeriksaan dan pengujian diwajibkan oleh pemberi kerja serta tempat dimana pemeriksaan dan pengujian. Apabila hasil pemeriksaan dan pengujian ternyata tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan, maka pemberi kerja berhak menolak bibit tersebut dan pemasok wajib mengantikan bibit lain yang sesuai dengan ketentuan.
6.    ADMINISTRASI, DOKUMENTASI DAN FINISHING
Penyerahan barang harus diselesaikan oleh pemasok barang dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dalam kontak kerja. Selanjutnya dibuat berita acara serah terima pekerjaan dengan disertai dengan dokumentasi-dokumentasi yang diperlukan untuk itu.
Demikian metode pelaksanaan ini dibuat dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari jadwal pelaksanaan pekerjaan dan kami akan melaksanakan sesuai dengan waktu yang telah diberikan.
Penawar
CV.RAMBUNG UNOE

           
TEUKU RAJA MUDA
WKL DIREKTUR
 





Display News

Tamu GSF

Kami memiliki 31 Tamu online

GSF Mail

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday176
mod_vvisit_counterYesterday1468
mod_vvisit_counterThis week4020
mod_vvisit_counterLast week7888
mod_vvisit_counterThis month27633
mod_vvisit_counterLast month39468
mod_vvisit_counterAll days1499056

Online (20 minutes ago): 26
Your IP: 54.167.173.250
,
Today: Okt 22, 2014
Translate Web Ke Bahasa :