busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:
Login

Don't You have account?

Sign Up

SP Facebook

;"kapan panitia C akan turun menertipkan perkebunan hak guna usaha perusahaan sari inti rakyat yang terindikasi terlantar";

Truck Angkutan Batu Bara PT. Mifa Lintasi Jalan Umum

GSF aceh. Produksi batu bara PT. Mifa Bersaudara dari Kecamatan Meureubo melintasi jalan Nasional Desa Rundeng, jalan gajah mada (depan kantor Bupati ) Desa Drien Rampak, jalan Menekroo desa Ujong Baroh, Desa Kuta Padang dan Desa Ujong Kalak, Desa Kampong belakang dan Desa Suak Idrapuri lokasi penimbunan batu bara.

Truck Angkutan Batu Bara PT. Mifa Lintasi Jalan Umum

Menganggu Lalu Lintas Warga dan Merusak Kesehatan
Minggu, 23 Desember 2012
GSF aceh. Produksi batu bara PT. Mifa Bersaudara dari Kecamatan Meureubo melintasi jalan Nasional Desa Rundeng, jalan gajah mada (depan kantor Bupati ) Desa Drien Rampak, jalan Menekroo desa Ujong Baroh, Desa Kuta Padang dan Desa Ujong Kalak, Desa Kampong belakang dan Desa Suak Idrapuri lokasi penimbunan batu bara.

Gambar ini diambil dijalan manek roo  desa kuta padang dan desa ujong baroh truck pengangkutan batu bara melintasi menuju tempat penimpunan desa suak idrapuri, dan disamping mengaggu lalu lintas warga, rusaknya jalan, rusaknya jembatan dan yang lebih parah rusaknya paru-paru manusia (warga aceh barat).

Produksi Batu Bara Kerugian Masyarakat
Jika ditinjau dari untung rugi, sudah jelas Rakyat yang paling dirugikan. yaitu debu yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan (truck) akan banyak menyebabkan munculnya penyakit gangguan pernapasan/ isfa serta menpercepat ajal umat manusia di kabupaten aceh barat.

Pada hal dampak yang ditimbulkan oleh pertambangan bukan hanya menurunnya kualitas kesehatan fisik akan tetapi juga berdampak pada kesehatan jiwa dan menyempitnya lahan usaha pertanian serta cuaca panas secara terus menerus di rasakan oleh masyarakat aceh barat.

Batubara sangat merugikan Rakyat, mulai dari aktivitas dilokasi pertambangan, pengangkutan, sampai stockpile. Namun mungkin dengan alasan pajak pemerintah jadi eforia. Walaupun akan terjadi peningkatan kecelakaan lalulintas yang diakibatkan oleh truck-truck angkutan batu bara.


Produksi Batu Bara Keuntungan Penambang (Pengusaha)
Batubara dianggap sebagai bahan bakar termurah di dunia. Namun, batubara juga merupakan bahan bakar terkotor dan yang paling menyebabkan polusi. Walau demikian, banyak negara tetap menambangnya dan membangun pembangkit listrik dari hasil membakar batubara. Kemudahan bahan bakar ini secara umum menyimpan semua penderitaan yang disebabkannya.

Batu Bara Pembunuhan Rakyat Terselubung
Setiap langkah pemrosesan bahan bakar ini – sejak dari penambangannya sampai akhir pembakarannya – membawa konsekuensi. Kerugian termasuk polusi bahan beracun, hilangnya mata pencaharian, tergusurnya masyarakat, dampak kesehatan pada system pernafasan dan syaraf, hujan asam, polusi udara dan menurunnya panen pertanian. Namun dari semua itu yang terparah adalah konsekuensi perubahan iklim yang akan berdampak pada masyarakat.


Kerusakan yang diakibatkan oleh pertambangan batubara sudah dimulai sejak awal rantai kepemilikannya. Penambangan batubara juga menyebabkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki terhadap tanah masyarakat, sumber air, udara, dan juga membahayakan kesehatan, keamanan, dan penghidupan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pertambangan.


Berdasarkan hasil Investigasi Grassroots society forum (GSF) Dikabupaten Aceh Barat 13  (tiga belas) perusahaan yang terindikasi merencanakan  pembunuhan rakyat secara terselubung berikut data-datanya:
1.    PT Mifa Bersaudara (3.134 hektare, batubara) Telah Produksi
2.    PT Agrabudi Jasa Bersama (5.000 hektare, batubara) Akan Produksi
3.    PT Prima Bara Mahadana (2.024 hektare, batubara) Akan Produksi
4.    PT Bara Adhi pratama (1.600 hektare, batubara) Akan produksi
5.    PT Aceh Kencana Mandiri (luas lahan 9.510 hektare, bahan galian emas pimer)
6.    PT Woyla Aceh Mineral (24.260 hektare, emas primer) (Aceh Barat dan Pidie)
7.    PT Magellaic Garuda Kencana (3.250 hektare, emas skunder)
8.    Koperasi Putra Putri Aceh (195 hektare, emas skunder)
9.    PT Indonesia Pacific Energy (4.182 hektare, batubara)
10.    PT Aceh Tuwan Sinarawi (8.197 hektare, batubara)
11.    PT Nirmala Coal Nusantara (3.198 hektare, batubara)
12.    PT Pelita Nusantara Mining (3.000 hektare, batubara)
13.    PT Kharismatik Unggul Sentosa (128 hektare, bijih besi DMP)

Apalagi PT. Mifa belum memiliki amdal namun telah melakukan produksi, sehingga rakyat mengharapkan selesaikan amdal dulu dan selesaikan  Qanun tata kelola batu bara baru lakukan produksi dan jangan seperti saat ini ibarat Negara tidak bertuan.tim gsfaceh (AJ).

Truck pengangkut batu bara melintasi kota meulaboh

 





Tamu GSF

Kami memiliki 17 Tamu online

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday318
mod_vvisit_counterYesterday1248
mod_vvisit_counterThis week4313
mod_vvisit_counterLast week9131
mod_vvisit_counterThis month33197
mod_vvisit_counterLast month42320
mod_vvisit_counterAll days1384690

Online (20 minutes ago): 11
Your IP: 54.227.12.4
,
Today: Jul 24, 2014
Translate Web Ke Bahasa :