GSF ONLINE

Media Informasi Aceh

Home » Mahasiswa Polisikan Staf STIMI

Mahasiswa Polisikan Staf STIMI

komisi_dMEULABOH – Sebanyak 27 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Meulaboh, Aceh Barat, mengadukan seorang staf kampus itu ke polisi atas dugaan penggelapan uang sidang skripsi. Pengaduan tersebut tertuang dalam laporan polisi nomor LP/53/IV/2016/SPKT tertanggal 30 April 2016 sebagaimana yang diperoleh Serambi, Senin (2/5).

Mahasiswa Polisikan Staf STIMI
Selasa, 3 Mei 2016 11:44
* Diduga Gelapkan Uang Sidang Skripsi
MEULABOH – Sebanyak 27 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Meulaboh, Aceh Barat, mengadukan seorang staf kampus itu ke polisi atas dugaan penggelapan uang sidang skripsi. Pengaduan tersebut tertuang dalam laporan polisi nomor LP/53/IV/2016/SPKT tertanggal 30 April 2016 sebagaimana yang diperoleh Serambi, Senin (2/5).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolres Aceh Barat kemarin memeriksa sejumlah mahasiswa yang menjadi korban untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) dan barang bukti (BB) di Ruang Reskrim Unit Eksus. “Setiap mahasiswa menyetor uang ke oknum staf di STIMI sebesar Rp 2.750.000 per orang dan Rp 300 ribu per orang yakni untuk biaya sidang skripsi,” kata Juwaini didampingi rekannya yang lain Uli Kurnia, Hasmi Quraini, Nola Suntika, Ade Klara Sinta, Jasmani, Irna Julirta dan Nurmala Dewa.
Menurutnya kasus itu terjadi akhir tahun 2015 saat mereka akan menyetor uang sidang skripsi. Awalnya tertera nomor rekening di papan pengumuman kampus. Tetapi kemudian pengumuman normor rekening tersebut tidak ada lagi sehingga mereka menyetor melalui seorang staf di STIMI. Namun setelah beberapa waktu kemudian ketika akan mengikuti sidang skripsi para mahasiswa tidak dibenarkan dengan dalih belum melunasi uang sidang skripsi.
Spontan saja mahasiswa mempertanyakan kepada oknum staf tersebut, tetapi malah yang bersangkutan tidak mau membayarnya, dan terkesan menghindari. Sementara pihak kampus juga terkesan tidak mau tanggung jawab dalam menyelesaikannya. “Data sama kami yang menjadi korban hampir 100 orang. Tapi yang berani melapor cuma sebanyak 27 orang. Kami dikorbankan dan meminta diproses sesuai hukum berlaku,” kata Juwaini.
Dia sebutkan kasus ini pernah dibahas pihak kampus STIMI, tetapi tidak ada penyelesaian final sehingga mahasiswa semester akhir dirugikan. Sebagian dari mahasiswa terpaksa harus menyetor lagi ke kampus untuk dapat mengikuti sidang skripsi. “Dampak dari itu kami banyak yang belum bsia ikut sidang skripsi. Ada juga yang ditahan ijazah dengan dalih bahwa slip penyetoran oleh oknum staf ke bank adalah palsu,” ungkapnya.
Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Hardy Meladi Kadir mengatakan kasus kasus ini masih dalam penyelidikan polisi. “Setelah pemeriksaan korban ke depan akan kita panggil dan periksa oknum staf yang dilaporkan itu termasuk pihak pengelola kampus STIMI,” kata Hardy didampingi Kanit II Eksus Aipda Firdaus kepada wartawan kemarin.
Ketua STIMI Meulaboh T Bustami SE MSc yang dikonfirmasi Serambi kemarin mengatakan kasus tersebut di luar tanggung jawab kampus. Sebab kampus sudah menempelkan nomor rekening, tetapi mengapa mahasiswa menyetornya kepada oknum staf tersebut yang bukan menjadi tugasnya.
Menurutnya kasus ini sudah pernah disikapi pihak kampus yakni dibuatkan surat perjanjian dengan oknum staf yang terlibat bahwa yang bersangkutan berjanji akan mengembalikan uang paling lambat Mei 2016. Bahkan sebagai tindakan dari kampus staf tersebut sudah dipecat. “Kampus juga sudah memberikan kemudahan kepada mahasiswa yakni menyetor saja dulu Rp 1 juta untuk bisa sidang skripsi. Tapi tidak mau,” kata Bustami.(riz)
Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Name of author

Name: wadmin

Short Bio: Pimred gsf online ABDUL JALIL Direktur GSF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *