busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Apa Anda Suka Facebook GSF Online

SP Facebook

Update Berita

;"kapan panitia C akan turun menertipkan perkebunan hak guna usaha perusahaan sari inti rakyat yang terindikasi terlantar";

Notulensi Workshop Wali Kelas I SD-MI Woyla 05 – 09 April 2008

Assalam mualaikum wr, Wb Alhamdulilah hirabbil’alamin wassalatu ‘ala himursalin, waala alihi waatsahbihi adma’in. Pertama2 puji syukur kepada Allah salawat salam kepada nabi Muhammad berserta ahli dan sahabat beliau. Terima kasih kepada GSF atas kesediaannya sekian kali saya diundang untuk memimpin forum ini. disesion ini kita akan mengkaji sebuah teori dan kemudian prakteknya, pertama tentang tematik dan lanjutan dari pada nya, kepada kita semua diharapkan pemerintah agar di sekolah diantarkan kepada murid untuk bertuhan kepada Allah dan relevan benar dengan UU Pemerintahan Aceh dan ini untuk mengkrucut kita bertaqwa kepada Allah swt, ini adalah tugas guru, bapak2 ibu yang berbahagia, dan ini perlu kita catat beberapa hal yang dimiliki si anak tutur Khairudin, M.Pd (Fasilitator) pada pembukaan materi.

Notulensi Workshop Wali Kelas I SD-MI Woyla 05 – 09 April 2008
TRAINING WALI KELAS I
Dilaksanakan oleh Grassroots Society Forum (GSF) Support BY CAFOD
Woyla 05 – 09 April 2008

Hari Pertama, Sabtu, 05 April 2008

Tgk Hasballah
Pembukaan

Hendri Saputra
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an

Abdul Jalil (Direktur GSF)
Assalam mualaikum, wr. Wb, Syukur alhamdulillah kepada Allah, Salawat Salam kepada Rasulullah, penghormatan saya kepada Bapak Adi Darmawan selaku tutor, penghormatan saya kepada bapak ibu yang telah hadir, dan juga terima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan acara ini hingga bisa kita laksanakan paha hari ini, salamat berjumpa kembali yang sudah pernah berjumpa, sdh berapa banyak yang sdh kita lakukan dari jalan yang masih becek sampai yang sudah diaspal dan kini aspalnya ada yang sudah rusak kembali, GSF melaksanakan training 5 kali sore, 4 sore 1 pagi, dan ini ada bahan yang diberikan panitia, dan sesampai dirumah nanti ini harap di buka kembali, dan jangan sampai seperti di meureubo, disimpan, dan baru dibuka kembali pada saat masuk pak Adi dan pak Khairuddin, saya tahu ibu sangat sibuk mengurus keluarga dan sekolah, dan semoga ada waktu untuk mengulang kembali bahan ini dirumah.

Ddan kalau dirumah ada di baca kembali  dan saat masuk lagi ketraining besoknya bila ada tidak mengerti bisa dipertanyakan kepada tutor, dan ada juga nilai lebih utk Wilayah Meureubo, ini jam 1 sdh berada di tempat. dan pada saat di meureubo bapak cuma 1 tapi kalau di sini ada 2 orang, yang melaksanakan training ini bukan hanya GSF mungkin ada dari NGO lain dan mungkin GSF cuma sedikit yang bisa diberikan dan dgn perpaduan anatar NGO lain dgn GSF, maka akan semakin memperkaya ilmu bagi bapak ibu, dan nanti prakteknya kita rencanakan di MIN Kuala Bhee, SDN Kuala Bhee, SDN Luang Tanoh Tho dan SDN Paya Dua dan ini akan kita acak dari kelas I sampai dgn kelas VI.


Dan harapan saya besok bisa datang tepat waktu, dan pergunakan waktu dgn sebaik-baiknya, dan training ini kami minta 10 hari tapi di ACC cuma 5 hari oleh Cafod jadi semoga dgn waktu yang sedikit ini bapak ibu bisa memanfaatkan waktu dgn sebaik2nya, dan kami akan mencoba menyusun RPP bersama bapak ibu, dan juga cara pendataan di sekolah, dan utk woyla ada Jamal, Samatiga ada Azhar yang akan mengunjungi bapak ibu disekolah atau datang untuk  mendata, dan data sudah ada cm utk menambah data yang sudah ada biala ada perubahan, baiklah bapak ibu dgn mengucapkan Bismillah hirrahmannirrahim, training Wali kelas I untuk daerah Woyla dgn resmi saya buka Assalam mualaikum wr, wb.

Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Assalam mualaikum, wr, wb. Alhamdulillah kepada Allah SWT kita masih bisa diberikan kesehatan, kemampuan berpikir dan kejernihan pikiran, salawat salam kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita sehingga kita dapat merasakan nikmat seperti sekarang ini, Saya bangga bisa hadir disini dalam upaya kita menjalin silaturahmi dan berbagi informasi, diamana mungkin ada yang sdh tahu dan mungkin ada yang belum sampai kebapak ibu, oke kita masuk pada yang pertama.

 
Akhirnya masing2 sekolah akan memiliki ini walau berbeda

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan
Berdasarkan PP No.19/2005
§    Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan
§    Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran
§    Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
 

PENGEMBANGAN NAHAN AJAR

Pengertian Bahan Ajar
•    Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
•    Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).
•    Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.  

Bentuk Bahan Ajar
 
•    Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart,
•    Audio Visual seperti: video/film,VCD
•    Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH
•    Visual: foto, gambar, model/maket.
•    Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet

Cakupan Bahan Ajar
•    Judul, MP, SK, KD, Indikator, Tempat
•    Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
•    Tujuan yang akan dicapai
•    Informasi pendukung
•    Latihan-latihan
•    Petunjuk kerja
•    Penilaian

 

Menanamkan minat kepada anak2 ini bisa di tumbuhkan melalui RPP.
 
Pengertian
Lembar Kegiatan Siswa
•    Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa.
•    Lembar kegiatan berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas.   
•    Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik.

Kalau anak2 belum bisa mengisi maka guru yang harus mengisi dan agar orangtuanya dirumah bisa tahu kemampuan anak2nya.

Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut:
•    Melakukan analisis kurikulum; SK, KD, indikator dan materi pembelajaran.
•    Menyusun peta kebutuhan LKS
•    Menentukan judul LKS
•    Menulis LKS
•    Menentukan alat penilaian

Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut:
•    Judul, mata pelajaran, semester, tempat
•    Petunjuk belajar
•    Kompetensi yang akan dicapai
•    Indikator
•    Informasi pendukung
•    Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja
•    Penilaian

Kalau 100% semuanya lulus ini jarang2, dan kalau 75% berhasil ini sdh termasuk berhasil dan ibu tidak perlu membuat renmedial, dan kalau 50% keatas ini tidak perlu diulang tapi kasih saja renmedial, dan kalau 50% kebawah ini perlu diulang dan di ulang cukup bagi yang kurang tanggap saja.

Penyusunan Peta Bahan Ajar (Contoh Mapel Bahasa Indonesia)

SK
Memahami bunyi bahasa, perintah dan dongeng

KD
Membedakan berbagai bunyi bahasa

Materi Pembelajaran/Judul bahan ajar
1.    bunyi suara burung
2.    suara kendaraan
3.    suara ombak

SILABUS

Nama Sekolah    : Sekolah Dasar
Mata Pelajaran    : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester    : IV/1
Standar kompetensi    : 1. Mendengarkan
                  Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dan symbol
                  daerah atau lambang korps.
              2.  Berbicara
                   Mendeskripsikan secara lisan tempat sesuai denah dan
                   petunjuk penggunaan suatu alat.
              3.  Menulis
                   Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tetulis
      dalam bentuk percakapan, petunjuk, cerita, dan surat.


 
Kompetensi
Dasar    Materi
Pokok    Indikator    Pengalaman Belajar    Penilaian    Alokasi Waktu    Sumber/
Bahan/Alat
       
Membuat gambar/denah berdasarkan penjelasan yang didengar    Denah sekolah    ·    Mencatat hal-hal penting dari penjelasan
·    Membuat denah berdasarkan penjelasan yang didengar
    ·    Mendengarkan penjelasan tentang denah dengan cermat
·    Mencatat hal-hal penting dari penjelasan guru
·    Membuat denah berdasarkan penjelasan yang didengar    Tes tertulis saat membuat denah
    2X45’
    Gambar/
denah       
Mendeskripsikan tempat sesuai dengan denah atau gambar dengan kalimat yang runtut    Denah sekolah     ·    Menjelaskan urutan perjalanan menuju tempat tertentu
·    Menjelaskan secara rinci satu tempat tertentu dalam denah dengan pilihan kata yang tepat dan kalimat yang runtut
    §    Menjelaskan tanda-tanda dalam denah (arah mata angin)
§    Menjawab pertanyaan tentang denah
§    Menjelaskan secara rinci urutan perjalanan menuju tempat tertentu dari suatu  denah dengan kalimat yang runtut
§    Menjelaskan secara rinci suatu denah dengan kalimat yang runtut
    Kinerja: saat  mendes-kripsikan denah

    2X45’    Denah /gambar       
Melengkapi bagian cerita yang hilang (rumpang) dengan menggunakan kata/kalimat  yang tepat sehingga menjadi cerita yang padu    Cerita rumpang tentang suatu tempat    §    Melengkapi bagian awal, tengah, atau akhir cerita yang hilang sehingga  menjadi cerita yang utuh/padu    §    Membaca dalam hati cerita rumpang
§    Mengisi cerita rumpang dengan  kata yang tepat                                                                   Tes tertulis     2X45’    Cerita rumpang    

    
RENCANA PERSIAPAN PENGAJARAN

Mata pelajaran     : Bahasa Indonesia
Kelas Semester    : IV/1
Pertemuan Ke        : 1
Alokasi Waktu     :
Standar Kompetensi   : Mendeskripsikan secara lisan tempat sesuai denah dan petunjuk penggunaan suatu alat.
Kompetensi Dasar    : Mendeskripsikan tempat sesuai dengan denah atau gambar dengan kalimat yang runtut.
Indikator        : - Menjelaskan simbol-simbol dalam denah (arah mata angin, tempat umum)
  - Menjelaskan secara rinci satu tempat tertentu dalam denah dengan  kalimat yang runtut

I. Tujuan Pembelajaran    :
-    Siswa dapat memahami  tanda/simbol dalam denah
-    Siswa dapat mencatat  hal-hal penting yang akan dideskripsikan
-    Siswa dapat menjelaskan urutan perjalanan menuju tempat tertentu dengan kalimat yang runtut

II. Materi Pokok        : Denah sekolah/ lingkungan

III. Metode            : diskusi, modelling (pemodelan), penugasan

IV. Langkah-langkah Pembelajaran

      Kegiatan Awal
·    Siswa diajak bernyanyi lagu ”Naik-Naik ke Puncak Gunung”
·    Guru bertanya tentang tempat-tempat yang pernah dikunjungi siswa  
Mis: tempat pariwisata, rumah kerabat
·    Guru menanyakan hal lain, seperti  jarak (jauh-dekat), bangunan/tempat  apa saja yang dilihat selama melewatii tempat itu.

    Kegiatan Inti
·    Guru menugaskan siswa mencermati denah sederhana tentang suatu tempat
·    Guru menugaskan siswa mencermati dan mendiskusikan  simbol-simbol dalam denah, misalnya arah mata angin (U=utara B=Barat T=Timur S= Selatan), rumah ibadah, tempat umum (rumah makan, pom bensin, dll)
·    Guru menugaskan siswa mencatat hal-hal penting dari denah yang akan dideskripsikan
·    Guru menugaskan siswa mendeskripsikan denah berdasarkan hal-hal penting yang telah dicatat dengan menggunakan kalimat yang runtut
·     Guru menanyakan kepada siswa lain tentang kejelasan pendeskripsian denah temannya.
·    Guru dan siswa mendiskusikan bagaimana cara mendeskripsikan denah secara jelas

Kegiatan Penutup
·    Guru dan siswa merefleksikan hasil pembelajaran, yaitu manfaat mempelajari  kompetensi ini.

V. Alat dan  Sumber Belajar:
     - contoh denah
     - buku teks

VI. Penilaian
    
    Format Penilaian Mendeskripsikan Denah
    
 
No.    Aspek    Skor       
1.    Keruntutan Kalimat
a.    runtut
b.    kurang runtut
c.    tidak runtut
    
5
3
1       
2    Keberanian
a.    berani
b.    malu-malu    
3
1    


Penyusunan Peta Bahan Ajar (Contoh Mapel Fiqih)

SK
Membisaakan bersuci (Taqarah)

KD
Menyebutkan tata cara berwudhuk

Materi Pembelajaran/Judul bahan ajar
1.    Niat Berwudhuk
2.    Rukun wudhuk
3.    Tata cara berwudhuk
4.    Yang membatalkan wudhuk
5.    Doa selesai berwudhuk

Indikator yang ingin dicapai
1.    siswa dapat melafazkan niat berwudhuk
2.    siswa dapat menyebutkan tata cara berwudhuk
3.    siswa dapat menyebutkan hal2 yang mebatalkan wudhuk
4.    siswa dapat melafazkan doa setelah berwudhuk

Bahan Ajar
1.    LKS
2.    Modul
3.    Buku Paket
4.    Gambar
5.    dll

Kegiatan pembelajaran
….

Materi Pembelajaran
Berwudhuk

Karena waktu shalat ashar telah tiba kita istirahat dulu, saya akhiri sejenak Assalam mualaikum wr, wb.

Break

Assalam mualaikum wr, wb.  Tadi pikirannya diluar sekarang mari kita ajak kembali kedalam, agar konsentrasi kita kembali terpusat kemateri.

PENGEMBANGAN
SILABUS
1. Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Dalam 1 sekolah silabus harus sama kalau RPP boleh beda, RPP boleh sama tapi tapi jarang terdapat kesamaan, ini karena dibuat sendiri, indicator yang harus sama dan akan sama, karena ini milik sekolah dan akan di kembangkan disekolah tersebut. Ketika membuat indicator in semua guru harus duduk bersama karena ini milik sekolah yang akan dipakai oleh guru.
Kelas IV, Semester I
 
Standar kompetensi
    Kompetensi Dasar       
Mendengarkan
1.    Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dan simbol daerah / lambang korps    1.    Membuat gambar/denah berdasarkan penjelasan yang didengar
-    Siswa dapat menentukan/memnguraikan ciri-ciri dari simbol daerah/lambang daerah
-    Siswa dapat menunjukan jenis-jenis simbol daerah/lambang kops
-    Siswa dapat menggambarkan simbol daerah/lambang korps
-    Soal :
1.    lambang yang terdiri darikupiah meukutop dan  rencong adalah lambang daerah.........
2.    gambar berikut

.............

Adalah lambang daerah.........
a.
 2.  gambarkan kops pegawai negeri

2.    Menjelaskan kembali secara lisan atau tulis penjelasan tentang simbol daerah/lambang korps
-    siswa dapat menggambar denah kelas
-    siswa menyebutkan indentitas dari denah kelas
-    siswa dapat menjelaskan indentitas dari denah kelas
    

2. Landasan Pengembangan SILABUS?
1.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2)
2.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2)
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar

SILABUS menjawab pertanyaan
1.    Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa?
2.    Bagaimana cara mencapainya?
3.    Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya?

3.  Prinsip Pengembangan
1.    Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan  dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
2.    Relevan Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
 
3.    Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4.    Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5.    Memadai Cakupan indikator, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6.    Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7.    Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
8.    Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

RPP di buat sebelum mengajar (masuk ke dalam kelas)

4. UNIT WAKTU

1.    Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
2.    Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
3.    Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.

5. PENGEMBANG  SILABUS
1.    Guru kelas/mata pelajaran, atau
2.    Kelompok guru kelas/mata pelajaran, atau
3.    Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP)

Dibawah koordinasi dan supervisi
Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi\

KTSP belum punya hari ini kita hanya memakai produk KTSP

Kalau mengajar kognitif diisi, afektif tidak  boleh diisi, psikomotor juga harus diisi

Contoh penilaian anak-anak di sekolah
 
        1    2    3    Nilai       
No    Nama siswa    v            =1/2*100       
1    Amin                       
                           
                        


1.    terlambat mengikuti pelajaran
2.    aktif dalam mengikuti pelajaran

 

Klasifikasi Kata Kerja Operasional Sesuai dengan Tingkat Berpikir
Berhubungan dengan mencari keterangan (dealing with retrieval)

1.    Menjelaskan (describe)
2.    Memanggil kembali (recall)
3.    Menyelesaikan / menyempurnakan (complete)
4.    Mendaftarkan (list)
5.    Mendefinisikan (define)
6.    Menghitung (count)
7.    Mengidentifikasi (identify)
8.    Menceritakan (recite)
9.    Menamakan (name)

Indikator angka yang bisa diukur melalui penilaian


10.    Perilaku-perilaku Matematika

a.    Menambah (add)
b.    Membagi dua (bisect)
c.    Menghitung/mengkalkulasi (calculate)
d.    Mencek/meneliti (check)
e.    Membatasi (circumscribe)
f.    Menghitung/mengkomputasi (compute)
g.    Menghitung (count)
h.    Memperbanyak (cumulate)
i.    Mengambil dari (derive)
j.    Membagi (divide)
k.    Memperkirakan (estimate)
l.    Menyarikan/menyimpulkan  (extract)
m.    Memperhitungkan (extrapolate)
n.    Membuat grafik (graph)
o.    Mengelompokkan (group)
p.    Memadukan/mengintegrasikan (integrate)
q.    Menyisipkan/menambah (interpolate)
r.    Mengukur (measure)
s.    Mengalikan/memperbanyak (multiply)
t.    Menomorkan (number)
u.    Membuat peta (plot)
v.    Membuktikan (prove)
w.    Mengurangi (reduce)
x.    Memecahkan (solve)
y.    Mengkuadratkan(square)
z.    Mengurangi (substract)
aa.    Menjumlahkan (sum)
ab.    Mentabulasi (tabulate)
ac.Mentally (tally)
ad.Memverifikasi (verify)


Pengembangan Indikator
1.    Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua)
2.    Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi
3.    Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK
4.    Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi), kesinambungan (Kontinuitas), kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual
5.    Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda-tanda, perilaku, dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten.

MENENTUKAN JENIS PENILAIAN
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, sikap, penilaian hasil karya berupa proyek atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN:
a.    Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik, yang dilakukan berdasarkan indikator
b.    Menggunakan acuan kriteria
c.    Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan
d.    Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut
e.    Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran

1. Siswa dapat menirukan 5 suara binatang
a.    Ayam                v
b.    Kambing            x
c.    Kucing                v
d.    Bebek                v
e.    Kerbau                x

2.    Siswa dapat menirukan 2 suara kendaraan
a.    Sepeda motor            x
b.    Mobil                v


= 4 : 7 x (100)
= kurang lebih 57

MENENTUKAN SUMBER BELAJAR
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

 

Besok kita masuk jam 1 langsung kita buat silabus, dan RPP langsung jadi kalau tidak ada halangan hari rabu kita praktek.

CONTOH FORMAT SILABUS
Nama Sekolah            :
Mata Pelajaran        :
Kelas/Semester        :
Standar Kompetensi        :
Kompetensi Dasar        :
Materi Pokok/Pembelajaran    :
Kegiatan Pembelajaran    :
Indikator            :
Penilaian            :
Alokasi Waktu        :
Sumber Belajar        :

PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN
Silabus:
•    Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran
•    Dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru
•    Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan  hasil evaluasi hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran),dan evaluasi rencana pembelajaran.

Kalau ada informasi yang kurang jelas tolong infokan dgn jelas, dan kita jumpa berarti hanya 1 hari, yaitu hari ini setengah hari dan besok setengah hari, dan karena waktu maka berakhir pula penyampaian materi kita pada hari ini, ini saja akhirnya saya mohon maaf Assalam mualaikum wr, wb.

Hari Kedua, Minggu, 06 April 2008


Dibuka oleh Abdul Jalil (Direktur)
Woyla , Minggu  06  April 2008
Jam Pertama
Adi Darmawan…
Hari Ini kita  Bagi kelompok jadi lima A-E
Silahkan Bapak/Ibu mengatur dan membagi kelompok .untuk kita buat silabus waktu buat silabus 15 menit tepat jam 14.00 Wib selesai

Kelompok A :
Kelompok B :
Kelompok C :
Kelompok D :
Kelompok E :   Seni Tari

Waktu : 3 X 35 Menit


 
Mata Pelajaran    KOMPETENSI DASAR    INDIKATOR    KEGIATAN BELAJAR    SARANA/SUMBER    PENILAIAN       
Quran Hadist
Waktu : 3 x 35 menit

    Menghafal QS AN –Nash dengan Lancar    ·    Melafadkan surat an-nash dengan benar

·     menghafal surat an-nashr dengan lancar    -    -Mendengarkan bacaan surat an-nashr yang dibacakan oleh guru

-    Menirukan bacaan An-nashr

-    Menghafal surat an-nash    Juz Amma
Buku paket    Pengamatan       
Aqidah Akhlak
Waktu : 1 x 35 menit
    Menghafal dua kalimat syahadat    ·    Melafadkan dua kalimat syahadat

·    Menghafal dua kalimat syahadat    ·    Mendengarkan bacaan  dua kalimat syahadat

·    Minurukan bacaan dua kalimat syahadat

·    Menghafal dua kalimat syahadat





    ·    Buku paket    penugasan       
Akhlak
Waktu : 2 x 35 menit
    Menampilkan prilaku hormat terhadap orang tua    ·    bertutur kata dengan baik dan sopan terhadap orang tua

·    berprilaku hormat terhadap orang tua    ·    memberikan contoh sapaan yang baik dan sopan

·    mendemonstrasikan  prilaku hormat

·    Anak bermain peran tata cara bertutur kata dan berprilaku hormat terhadap orang tua dan orang lain.    Buku paket
Gambar    Tes perbuatan
pengamatan       
Fiqih
Waktu 2 x 35 menit    Mempraktekkan tata cara berwudhuk    -    Tata cara berwudhuk dengan benar

-    Melaksanakan wudhuk
    -    mendemonstrasikan tata cara berwudhuk dengan benar
-    mengarahkan siswa untuk melakukan wudhuk dengan benar



    BUKU PAKET
Gambar    Unjuk kerja       
SBK
Waktu 2 x 35 menit
    Menampilkan gerak tari menurut tingkatan tinggi redah    -    Menyanyikan lagu naik-naik kepuncak gunug

-    Melakukan gerak menurut tingkatan tinggi rendah    ·    Menyanyikan lagu naik-naik ke puncak gunung

·    Mengikuti gerakan sesuai irama lagu

·    Mempraktekkan gerakan sesuai dengan irama lagu    Buku paket    Pengamatan    

Pembagian Roster/jadwal praktek pada peserta training  


Jam Ke II Masuk materi RPP

PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)

LANDASAN RPP : PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar

PENGERTIAN RPP :Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah : rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali  pertemuan atau lebih.

ALUR RPP    :

1.    SK dan KD
2.    SILABUS
3.    RPP

KOMPONEN RPP (minimal)

v    Tujuan Pembelajaran
v    Materi Pembelajaran
v    Metode Pembelajaran
v    Sumber Belajar
v    Penilaian Hasil Belajar

Format RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Mata Pelajaran              : …
Kelas/Semester             : …
Pertemuan Ke-               : …
Alokasi Waktu               : …
Standar Kompetensi            : …
Kompetensi Dasar            : …
Indikator                  : …

I. Tujuan Pembelajaran        : …        
II. Materi Ajar             : …    
III. Metode Pembelajaran        : …
IV. Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan pertama,

A.    Kegiatan Awal    : …
B.    Kegiatan Inti        : …
C.    Kegiatan Akhir    : …    

Pertemuan kedua, dst.
V. Alat/Bahan/Sumber Belajar    : …    
VI. Penilaian                : …
    
Langkah-langkah Menyusun RPP

1.    Mengisi kolom identitas
2.    Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan
3.    Menentukan SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun)
4.    Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK, KD, dan Indikator yang telah ditentukan. (Lebih rinci dari KD dan Indikator, pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran, karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi.)
5.    Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran
6.    Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan
7.    Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir.
8.    Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan
9.    Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik penskoran, dll

Guru jangan selalu jadi bintang film ya, coba lah pake konsep inkuiry, biarkan mereka menemukan sendiri!. Jangan ajarkan anak2 dengan metode abstrak.


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran    : Qur’an Hadist            
Pertemuan Ke    : 1            
Kelas/Semester    : 1/2
Alokasi Waktu    : 3 x 35 menit

 


Standar Kompetensi        
Menghafal Al-quran surat-surat pendek pilihan
       


Kompetensi Dasar        
Menghafal QS AN –Nashr dengan Lancar
       

Indikator            
·    Melafadkan surat an-nash dengan benar

       

Materi Pembelajaran    
Qs. An-Nashr       
Tujuan Pembelajaran    
Siswa dapat  Melafadkan surat an-nashr dengan benar
       
Metode Pembelajaran
(Diskusi kelompok)    Langkah-langkah Pembelajaran    :

Kegiatan awal  (5 menit)
-    Membaca Do’a
-    Absensi
-    Mencek kesiapan belajar anak

Kegiatan Inti: (20 menit)
-    Guru melafadkan surat an-nashr
-    Guru mengarahkan siswa untuk mengulang bacaan dari guru secara bersama-sama
-    Siswa yang trampil memimpin yang lain untuk membaca surat an-nashr
-    Guru membagi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang.
a.    Masing-masing anggota kelompok dapat menlafadhkan satu ayat dari surat an-nashr
b.    Masing-masing kelompok mengirim perwakilannya untuk membaca surat an-nashr di depan kelas
c.    Perwakilan kelompok diarahkan kembali kekelompok yang lain


kegiatan Penutup (10 menit)
-    Guru mengarahkan siswa untuk kembali seperti semula
-    Penguatan
a.    Membacakan kembali surat di atas secara bersama-sama
b.    Memberi nasehat dan saran bagi siswa yang belum mampu melafadkan surat di atas
       
Alat dan Sumber Belajar        Juz Amma
Buku paket       
Penilaian        
pengamatan (lembar pengamatan terlampir)    
                        
                                Meulaboh,  
Mengetahui/menyetujui:                    Penyusun,
Kepala Sekolah,                         Guru Bid. Studi...............................            



_______________                        _______________
NIP.                                NIP.


 
NO    Nama siswa    Aspek yang dinilai    skor    Catatan guru       
        Bacaaan yang benar               
        Ayat 1    Ayat 2    Ayat 3               
1    asniati    3    1    3    77,78           
                               
                               
    Adi darmawan    0    1    1    22,22    Remedial/perbaikan       
                               
                               
                               
                               
                               
                               
                               
                               
                            
 Keterangan skor
Benar        = 3
Kurang benar    = 1
Tidak benar    = 0



Hari Ketiga, Senin, 07 April 2008

Khairudin, M.Pd (Fasilitator)
Assalam mualaikum wr, Wb Alhamdulilah hirabbil’alamin wassalatu ‘ala himursalin, waala alihi waatsahbihi adma’in. Pertama2 puji syukur kepada Allah salawat salam kepada nabi Muhammad berserta ahli dan sahabat beliau. Terima kasih kepada GSF atas kesediaannya sekian kali saya diundang untuk memimpin forum ini. disesion ini kita akan mengkaji sebuah teori dan kemudian prakteknya, pertama tentang tematik dan lanjutan dari pada nya, kepada kita semua diharapkan pemerintah agar di sekolah diantarkan kepada murid untuk bertuhan kepada Allah dan relevan benar dengan UU Pemerintahan Aceh dan ini untuk mengkrucut kita bertaqwa kepada Allah swt, ini adalah tugas guru, bapak2 ibu yang berbahagia, dan ini perlu kita catat beberapa hal yang dimiliki si anak tutur Khairudin, M.Pd (Fasilitator) pada pembukaan materi.
1.    Fitrah, anak2 kita memiliki ini, anak2 kita harus kita arahkan akan adanya tuhan, yang pertama menumbuhkan in adalah orang tua, masyarakat dan lingkungan. Dalam diri manusia ini ada roh2 dan ini dimulai dari tingkat dasar.
2.    individu
3.    sosial
4.    bermoral
5.    berperadaban

Berdasarkan pengkajian hal2 yang harus ditanam kepada siswa-siswi :
IQ (Intellegence Quetiont)
Intelengence adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.

Dengan Penemuan Multiple
Intelegence paradigma baru tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa memiliki kecerdasan. Dulu IQ kecerdasan tunggal, kini multi dimensional. Ada 8 kecerdasan:
1.    Linguistik (bahasa)
2.    Matematis-Logis/Cerdas angka
3.    Spasial/cerdas gambar
4.    Kenistis Jasmaniah/Cerdas gerak
5.    Musical
6.    Interpersonal/cerdas diri
7.    Intra personal/cerdas bergaul
8.    Naturalis/cerdas alam
Kelas dasar saja sudah di bayangkan dengan teori2 yang susah dia temui, jadi dia akan susah memahami arti dari pembelajaran itu.

EQ (Emotional Quotient)
Kecerdasan Emosi adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri, orang lain, memotivasi, mengelola emosi dengan baik dan berhubungan dengan orang lain.
·    Kesadaran diri
·    Pengaturan diri
·    Motivasi
·    Empati (jaman dahulu kuat, kalau ada musibah maka akan menetes kan air mata, tapi hari ini sekolah tidak bisa lagi menumbuhkan rasa empati di sekolah. Sekolah mengantarkan murid untuk tau akan nilai tauhit.
·    Keterampilan social

AQ (Adversity Quotient)
Adalah kemampuan/kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi kesulitan hidup.

SQ (Spiritual Quotient)
Adalah sumber yang mengilhami, menyemangati, mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu. SQ kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Sang Pencipta.
Ciri-ciri SQ Tinggi
·    Memiliki prinsip dan visi yang kuat; prinsip kebenaran, keadilan, kebaikan visi: cara pandang semata dengan visi yang benar.
·    Mampu melihat kesatuan dalam keanekaragaman: semua pihak berbeda, tetapi sama-sama menginginkan kebaikan.
·    Mampu memaknai sisi kehidupan: semua yang terjadi di alam raya ada makna, hikmah, dciptakan ada tujuannya, serta rasa syukur dan tidak lupa diri.
·    Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan: jika tubuh banyak berada dalam kemudahan/kesenangan, maka aspek jiwa akan rusak/jiwanya tidak pernah tersentuh, penderitaan atau kesulitan menumbuhkan dan mengembangkan dimensi spiritual.
·    Perbedaan antara Akhlak Islamiah dan Moral
Akhlak islamiyah:
1.    Bersumber pada wahyu Allah,
2.    bertujuan untuk mencari ridha Allah,
3.    Berhubungan erat dengan keberadaan Allah, dan keyakinan terhadap-Nya
4.    Universal: untuk seluruh umat manusia dimana pun berada
5.    Konsisten: tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitar (tetap)

Sebelum saya lanjuntukan tolong ajukan pertanyaan, ada.... apa nyambung bahasa yang saya sampaikan, mari kita lihat antara akhlak islamiah yang telah kita bahas tadi. Nilai bukan hanya angka tapi juga pujian, cukup jelas...
Ini sebagai pengantar awal saja, dan saya sekarang beri waktu sekitar 5 menit kepada bapak ibu untuk mengajukan pertanyaan, bahan ini sudah ada sama bapak ibu sekarang ibu yang bertanya teman lain yang menjawab saya hanya sebagai pemandu, atau bagaimana kalau kita bagikan saja kelompok, kita bagi menjadi 6 kelompok.

Belajar kelompok
Kelompok A tentang :
1.    Latar belakang pembelajaran tematik
2.    Pengertian pembelajaran tematik
3.    Mamfaat Pembelajaran Tematik dan Ruang lingkup pembelajar tematik

Kelompok B tentang :
1    Karakteristik Pembelajaran Tematik
2    Implikasi Pembelajaran Tematik
3    Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik
4    Pelaksanaan Pembelajaran Tematik

Kelompok C tentang :
1.    Karakteristik pembelajaran anak secara kophentif
2.    Pembelajaran bermakana (kontektual)
3.    Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar
4.    Indikator Dalam Tema
5.    Kegiatan Pemetaan

Kelompok D tentang :
1.    Pengetian pembelajarn tematik
2.    Landaran pembelajaran tematik
3.    Arti penting pembelajaran tematik
4.    Karakteristik pembelajaran tematik.

Kelompok E tentang :
1.    Implikasi pembelajaran bagi guru, siswa,
2.    Indikasi terhadap pengaturan ruangan
3.    Menetapkan Jaringan Tema
4.    Penyusunan Silabus

Kelompok F tentang :
1.    Tahap pelaksanaan
2.    Tahapan Kegiatan
3.    Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik
4.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Terima kasih saya persilahkan untuk kelompok A presentasi, ini dipersingkat saja silahkan bu….

Diskusi Kelompok
Presentasi Kelompok A

Pertanyaan dari kel E
Assalam mualaikum, wr. Wb. Tadi saya dengar ibu mengatakan EQ dalam kehidupan kita sehari2 yang kita temui di SD ini EQ nya di bawah normal, bagaimana cara menerapkan EQ kepada anak2 di bawah normal ini, itu saja assalam mualaikum wr, wb.

Tanggapan dari kelompok A
Cara mengajar kita, dengan berbagai cara harus diupayakan karena ini adalah tugas

Pertanyaan dari kel E
Salah satu caranya bagaimana

Tanggapan dari kelompok A
Misalnya berikan perhatian yang lebih,

Pertanyaan dari kelompok D
Dalam pembelajaran tematik dapat menghemat waktu karena dalam beberapa mata pelajaran bisa sekaligus, apakah ini tidak terlalu terburu, sedangkan anak2 susah menanggapnya,

Tanggapan dari kelompok A
Bisa kita tambah jamnya

Pertanyaan dari kelompok D
Ini jam nya sudah pas 3 x 60 menit


Tanggapan dari kelompok A
Ini terserah sama bapak Khairuddin saja karena saya juga belum memahami ttg RPP

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Diharapkan kita harus menerapkan pelajaran yang terintergrasi, menyatu dan saling berhububungan (berkaitan) ini yang disebut dengan tematik melihat lingkungan dengan berbagia cara antar berbagai pelajaran. Salah satu pertimbangan diantarkan pada pekembangan anak antara 5-6 tahun yang masih berada pada taraf operasi kongkret (nyata). Karena anak otaknya bisa mencernakan perkiraan awal. Maka hadirkan sesuatu contoh meski dalam bentuk gambar agar lebih kongkrit.
Holistik (satu kesatuan/bersama-sama)
Secara menyeluruh, melihat lingkungan melalui jaringan tema. Anak belum mampu menilai secara tegas pengetahuan secara khusus, karena ini butuh waktu yang luar bisaa, anak belum mampu memikirkan sesuatu konsep tanpa melihat benda kongkrit.
Kondisi selama ini anak trauma di sekolah karena guru memilih bahan ajar secara khusus, dan terlalu menanamkan teori menurut guru. Jadi kita harus tanamkan Pendekatan Tematik yang meliputi :
v    Kejujuran
v    Kasih sayang
v    Keihklasan

Jumlah waktu yang sangat terbatas, jumlah watu ini 2 jam jadi ini tidak mungkin, jadi kalau waktu tidak memungkinkan ini bisa di remedialkan dengan pendekatan rasional individual. Dananya bisa digunakan dari dana BOS jika masih ada pelajaran yang tidak efektif.
Materi learning (belajar tuntas) Kepsek bisa mengarahkan kepada guru jika ada pelajaran yang belum tuntas dengan jadwal pada tahap lain, sekarang kita persilahkan kepada kelompok lain, silahkan..

Presentasi Kelompok D

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Oke bapak ibu karena waktu sudah menunjukkan saat shalat Ashar maka kita akhiri dulu sejenak nanti kita lanjutkan kembali, saya akhiri sejenak Assalam mualaikum, wr. Wb.

Break

Assalam mualaikum, wr. Wb. Karena waktu yang sangat terbatas maka kita lanjuntukan kembali, saya dan teman2 sudah sepakat bahwa dengan materi yang begitu banyak tapi waktu kita yang sdh begitu sedikit maka kami copot seedikit2 dan bila ada yang masih kurang jelas nantinya maka bisa jumpai kami di kantor GSF Jl. Geuruete no. 300B, Meulaboh. Sekarang mari kita lanjut lagi presentasi dari kelompok D, silahkan...

Lanjutan presentasi kelompok D

Pertanyaan Kelompok A
Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman siswa kami belum mengerti, mohon dijelaskan, itu saja terima kasih

Tanggapan kelompok D
Realisasi pengalaman siswa dalam silabus kemudian ke RPP dan baru kita lanjuntukan ke sistem pembelajaran.

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Saya anggap tuntas, sekarang kita harapkan kesediaan kelompok C

Presentasi Kelompok C

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Tema pengikat yang dilihat secara intergral, yang dilihat dari berbagai pelajaran. Proses pertama sebagai model yang tampil adalah guru.
1.    Quisterning (bertanya) tumbuh kembangkan bertanya
2.    Inquiry (Menemukan) guru harus menemukan karya ilmiah Melalui Risset
3.    Modelling (contoh model)
4.    Masyarakat belajar ini dapat di akses dari berbagai pihak
5.    Refleksi, pengalaman yang sudah di peroleh dimanfaatkan dengan baik perlu ditambah agar bisa diisi pengalaman baru dengan memamfaatkan pengalaman terdahulu.
6.    Autentic Assement penilaian bisa diberikan setiap hari melalui prestasi sehari2

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS            : I
TEMA                : LINGKUNGAN
MINGGU / HARI        : 1 SENIN
ALOKASI WAKTU        : 5 X 35 MENIT

I.    INDIKATOR :
Bahasa Indonesia
Ø    Menanyakan data diri dan nama orang tua serta saudara teman sekelas.
Ø    Menjeplak berbagai bentuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf.

Mate matika        
Ø    Membilang atau menghitung secara urut
Ø    Menybuntukan banyak benda
Ø    Menceritakan pengalaman saat pagi, siang atau malam hari.

IPA
Ø    Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu.

IPS
Ø    Menyebuntukan nama lengkap dan nama panggilan

Seni Budaya dan Keterampilan
Ø    Bertepuk tangan dengan pola

Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Ø    Menarapakan Konsep arah dalam berjalan berlari dan melompat

II.   SARANA DAN SUMBER BELAJAR
Ø    Kartu – kartu kata
Ø    Lembar Kerja
Ø    Bola

III.     METODE PEMBELAJARAN
 Contextual Teaching and Learning (CTL)

IV.     STRATEGI KEGIATAN
A.    Pembukaan (1 x 35 menit)
Ø    Berdoa bersama
Ø    Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk tangan dengan variasi 1-2-1-2.
Ø    Guru meminta beberapa anak untuk menyebuntukan indentitas dirinya, seperti nama dan alamatnya, dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya.
Ø    Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut ) lompatanya.
Ø    Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari, siang hari dan malam hari.

B.    Kegiatan Inti.
Ø    Di Kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. Memilih benda yang ada di kelas menghitungnya (Kegiatan ini dilakukan beberapa kali)
Ø    Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama ) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu kata yang sudah disiapkan guru.
Ø    Guru meminta anak untuk melihat jam dinding di kelasnya, lalu anak diminta untuk menggambarkan jam dinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya.

V.    PENILAIAN.
Penilaian proses peserta didik.

VI.    PENUTUP ( 1 x 35 Menit )
Ø    Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup, yang dilanjuntukan tanya jawab.
Ø    Pesan – pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air, perlunya mandi / menjaga kebersihan.
Ø    Berdoa pulang.

Pengetahuan diperoleh seseorang secara bertahap berdasarkan pengalaman belajar dan tidak serta merta. Pengetahuan selanjutnya dikembangkan atau diperluas, sesuai dengan pengalaman yang dia miliki/rasakan.
Sebenarnya belajar bukan menghafal, disekolah bapak ibu CTL sudah pernah dilatih atau belum, saya berharap apa yang sdh dipelajari disini bisa ibu terapkan kesekolah saya yakin ditangan guru yang kreatif semua jadi berguna.

Kalau ada indikator dua maka lahirlah dua, ini berdasarkan KD, KD ini lahir dari SK. Luar bisaa tampa harus ditambah, saya sesuaikan saja, karena ada satu sesion lagi, sekarang kt lanjuntukan kembali, ini ada satu tahap yang kita lakukan untuk pembelajran tematis
1.    cermati SK dan KD yang termuat dlm KTSP (ini sdh dibagi oleh dinas untuk disampaikan ke masing2 sekolah)
a.    rumuskan tema2 tersebut untuk satu atau dua semester.
b.    satu tema bisaanya digunakan untuk 1 minggu, contoh IPA, MTK, IPS.
c.    rumusan tema sebaiknya mempertimbangkan taraf berfikir, dan aktual kehidupan anak. Cara berfikirnya holistik/kongkrit tidak aftrak. Yang dapat dilihat anak secara langsung
2.    buat pemetaan SK dan KD yang sesuai dengan setiap tema untuk satu semester agar lebih mudah, pemetaan tema dapat dilakukan melalui matrik
3.    buat jaringan tema untuk tiap2 kompetensi dasar (KD) yang dimungkinkan untuk dipadukan (diintergralkan) sesuai dengan tema. Jaringan tema dapat dibuat dalam bentuk jaring laba2 yang di sebut dengan wabbing, bila dalam 1 semester terdapat 15 tema, idealnya juga dibuat 25 jaringan tema.
4.    berdasarkan jaringan tema itu, susunlah rencana pelaksanaan per pelajaran (RTT) atau skenario pembelajaran, untuk tiap2 tema. Dimungkinkan satu RPP bisa digunakan lebih dari sekali pertemuan bergantung cakupan dan tingkat keluasan setiap kompetensi dasar yang akan di capai.

Jadi kalau ada kelebihan waktu atau tidak cukup waktu ini bisa diatasi yang penting ketuntasan belajar ada. Oke ada pertanyaan dari saya Mengapa pemerintah ingin sekalli memberlakukan tematik di sekolah, siapa bisa jawab.

Peserta
Pembelajaran tematik harus diterapkan di SD  karena ini sangat di perlukan di dalam pembelajaran
 
Peserta
Ini sangat bagus, sama juga dengan jawaban ibu yang tadi karena di kelas 1 – 3 ini pelajarannya sangat rendah.

Peserta
Pembelajaran tematik lebih bermakna, menarik dan menyenangkan, ini akan mudah di pahami oleh   anak karena belajarnya kongkrit

Peserta
Karena belajar dengan tematik ini semua akan berperan dan antara guru dan murid akan semakin intergral

Peserta
Jiwa belajarnya lebih luar bisaa karena bisa belajar dengan kongkrit dan sianak akan bisa menghubungkan pengalaman dengan kenyataan yang ada di tematik itu.

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Insyaallah pada pertemuan berikutnya akan lebih berapi2 oke kita lanjuntukan kembali.

PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI
Landasan Pengembangan Diri
     UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas:
Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan

     PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan:
Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah.

     Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina.

     Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.

Pengertian Pengembangan Diri
     Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai  bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah.

     Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling  berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler.

     Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir

     Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.
 
Tujuan Umum
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat,  minat, kondisi dan perkembangan  peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.

Tujuan Khusus
Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan :
a.    Bakat
b.    Minat
c.    Kreativitas
d.    Kompetensi dan kebisaaan dalam kehidupan
e.    Kemampuan kehidupan keagamaan
f.    Kemampuan sosial
g.    Kemampuan belajar
h.    Wawasan dan perencanaan karir
i.    Kemampuan pemecahan masalah
j.    Kemandirian

Tujuan Khusus
Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan :
a.    Bakat
b.    Minat
c.    Kreativitas
d.    Kompetensi dan kebisaaan dalam kehidupan
e.    Kemampuan kehidupan keagamaan
f.    Kemampuan sosial
g.    Kemampuan belajar
h.    Wawasan dan perencanaan karir
i.    Kemampuan pemecahan masalah
j.    Kemandirian

Besok  kita lanjuntukan muatan lokal, dan kriteria ketuntusan minimal (KKM) Bapak ibu ada 1 lagi presentasi kita yang belum terbaca dan besok akan kita tampilkan, ada pertanyaan,

Peserta
Besok bagaimana apa satu2 kedepan

Khairuddin, M.Pd (Fasillitator)
Ya besok saya akan memperjelas, salah satu guru besok harus bisa melanjuntukan karya ilmiah, saya usulkan dengan GSF akan dilatih guru ilmiah, insyaallah bersama kuala bhee kita akan maju kedepan besok kita bertemu lagi Assalam mualaikum wr, wb...

Hari keempat, Selasa, 08 April 2008

Abdul Jalil (Direktur GSF)
Assalam mualaikum wr, wb Syukur kepada Allah SWT Salawat kepada Nabi Muhammad SAW, oke kita lanjuntukan kembali kepada bapak ibu bisa mengambil tempat duduknya masing2, bagaimana keadaannya Alhamdulillah sehat, ya semoga bisa diikuti semua materi dengan lebih baik, dan karena bapak Khairuddin sudah sampai saya persilahkan Assalam mualaikum wr, wb.

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Assalam mualaikum wr, wb. Alhamdulillah kepada Allah Salawat salam kepada Rasulullah, selamat bertemu kembali pada hari ini dalam rangka akselerasi pencepatan mutu pendidikan Aceh Barat dan sosialisai kurikulum di seluruh wilayah indonesia paling tidak di woyla, dan terima kasih kepada GSF yang masih memberikan waktu untuk saya untuk yang kesekian kalinya. Sebelum sesiaon ini kita bahas ada baiknya karena kemari masih ada yang blm presentasi, jadi kita lanjuntukan presentasi, tapi sebelumnya saya berikan duku pengantar awal. Ilmu ini harus dipahami oleh guru dengan baik, pertanyaan saya ada  yang tahu tentang pagagogi

Peserta
Ilmu tentang anak

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Ya ini adalah ilmu yang mempelajari ttg spisikologi anak, bagaimana fisiknya, Ditaktik adalah metode yang digunakan, ada ceramah, tanya jawab, pemberian tugas, sosio drama, investigasi disesuaikan dengan topik2 yang disajikan, dan ini dibedakan dengan teori (pendekatan)  kita coba bahas lagi tentang materi kemarin ttg pengembangan diri

Landasan Pengembangan Diri
     UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas:
Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan

     PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan:
 Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah.

     Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina.

     Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.

Tujuan dari pembelajaran kita agar peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, maksudnya kalau ibu mengajar pelajaran Orientasi kita bagaimana mengikatkan pengetahuan yang kita antarkan setiap saat, Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, dan bertanggung jawab.

Pasal 4 ayat 4 ini menjelaskan pendidikan ini diselenggarankan dengan memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

Fungsi guru dan tugas guru
1.    pengajar, bukan penceramah tapi sebagi fasilitator
2.    pendidik, disini ada yang dituntut untuk guru agar menjadi teladan mampu menampilkan sikap2 positif
3.    pembimbinng
4.    kreator (bisa memberikan kreasi)
5.    fasilitator
6.    akreator
7.    inovator (ada perubahan dengan motivasi)

Kalau menurut bapak ibu siapa yang berhak menjadi guru...

Peserta
Guru harus bisa menjadi yang teladan kepada muridnya dan juga sebagai pembimbing

Peserta
Orang yang mampu mengajar, mendidik, dan mempunyai ke 7 hal diatas.

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Sekarang saya beri waktu kepada bapak ibu untuk berdiskusi ttg materi Pengembangan Diri ini, kalau tidak terlalu sukar maka bisa kita lanjuntukan ke materi berikutnya, ada yang sukar, oke kalau tidak masalah kita lanjuntukan.
 
Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler
     Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin, spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru, konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah.

     Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan.

Melalui kegiatan ekstarkurikuler ini kita dapat kembangkan berbagai hal seperti kesenian, Paskibraka, seperti contoh saya katakan SMU Muhammaddiyah anak2 yang dikatakan buangan akhirnya bisa meraih juara 1 tahun 2007 mengalahkan SMU unggul, ini sungguh luar bisaa.

Guru di sekolah juga sebagai pembimbing :
Diberikan kewenangan (hak2nya) untuk mengarahkan peserta didik agar potensi yang dia miliki (bakat dan minat) dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan potensi yang dia miliki maka salah satu peran guru disebut sbg pembimbing.
Jika guru yang bersangkutan mempunyai keterbatasan (untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik) dapat diminta bantuan kepada pihak lain (kenslor/ahli spikologi)

Peserta
Didalam pengembangan diri ini siswa mendapat jam di luar pelajaran bagaimana kita mempersiapkan untuk ini maksud saya langkah awal kita untuk konseling ini bagaimana

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Sekolah yang ideal harus memenuhi hal2 sbg berikut :
1.    tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, ruang belajar, fasilitas, gedung, perpustakaan, dll
2.    tersedianya guru yang profesional (mempunyai keahlian pada bidangnya)
3.    tersedianya guru yang memberikan pelayanan bimbingan dan konseling kpd  peserta didik sesuai dengan bakat dan minat yang dia miliki,
4.    tersedianya dana yang memadai
5.    pembelajaran belangsung secara demokrtrtis dan berkeadilan

Sebenarnya yang disebut orang pintar bukan dilihat pada jurusannya, tetapi orang2 yang memilliki keahlian pada bidangnya masing2 (profesional)
Terima kasih ibu atas pertanyaannya, yang lain sdh terulis disini bisa bapak ibu lihat sendiri dirumah.

Penetapan
 Kriteria  Ketuntasan Minimal

PENETAPAN KKM

ANALISIS PENCAPAIAN KKM

RAMBU-RAMBU
Ø    KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran
Ø    KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah
Ø    Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100
Ø    Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100
Ø    Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal
Ø    Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS

 


 
MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
A.    Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan :

    1. Kompleksitas    : - Tinggi = 1
                  - Sedang = 2
                  - Rendah = 3

    2. Daya dukung    : - Tinggi = 3
                  - Sedang = 2
                  - Rendah = 1
 
    3. Intake        : - Tinggi = 3
                  - Sedang = 2
                  - Rendah = 1

Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang  nilainya adalah:                   (3 + 3 + 2) x 100 = 88.89
                                                                               9

Sekarang saya beri waktu 10 menit ibu isi kemudian kita presentasikan, silahkan, selamat bekerja.

Diskusi Kelompok

Fresentasi Kelompok

 

Ada satu lagi yang belum kita bahas ttg mata pelajaran, saya anggap tuntas dan saya anggap bapak ibu sdh menguasai tentang ini dan kita istirahat dulu nanti kita lanjut kembali pada materi yang satu lagi belum terbahas Assalam mualaikum wr, wb.

Break

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Assalam mualaikum wr, wb. Masih siap ibu2, kalau untuk kebaikan Insyaallah kita siap semua, tidak ada rintangan, untuk kebaikan tdk ada badai dan angin, hujan, untuk membangun anak woyla untuk terus berpacu dalam dunia pendidikan, sekarang kita masuk ke Muatan Lokal, sebelum saya beri kesempatan untuk presentasi ada baiknya saya berikan dulu sedikit penjelasan

I.   PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
     Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi, multikultural, mulok

B. Landasan
•    UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah
•    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2)
•    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

1.    Sentrallistik (terpusat) : semua aturan atau mekanisme harus melalui keputusan dari pusat
2.    Subordinasi  : terpusatnya kekuasaan pada seseorang
3.    Brogratik : berbelit-belit
4.    Penggunaan anggaran yang tidak optimal dalam hal tertentu
5.    Desentralisasi : pelimpahan kewenangan diberikan pemerintah pusat ke pemerintah daerah (tingkat 1 dan 2) akhirnya terjadilah perubahan-perubahan manajemen di lembaga pendidikan yang disebut dengan Manajemen Partisipatif.
6.    Akuntabilitas : dapat dipertanggung jawabkan (jika muatan lokal ni harus berdasarkan syariat)

Pasal 37 ayat 1 : Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah wajib memuat yang terakhir yaitu muatan lokal

Pasal 38 ayat 2 : Kurikulum Pendidikan Dasar dan Mengengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya, oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan, sekarang saya beri waktu 10 menit untuk bapak ibu membaca kemudian di buat catatan kecil untuk kita presentasikan, selamat bekerja

Membuat catatan kecil untuk presentasi

Sudah kalau sudah kita persilahkan, maksud saya bapak ibu harus tahu subtansi dari mulok apa diberikan semua atau bagaimana, termasuk ciri2 mulok,

Presentasi

I.   PENDAHULUAN

Ruang Lingkup

1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah
    Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya.
 
  Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan.
a.    Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah
b.    Meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu, sesuai dengan keadaan perekonomian daerah
c.    Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris untuk keperluan sehari-hari, dan menunjang pemberdayaan individu dalam melakukan belajar lebih lanjut (belajar sepanjang hayat)
d.    Meningkatkan kemampuan berwirausaha.

2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal
Dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.


II.   PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL

Pemberlakuan KTSP membawa implikasi bagi sekolah dalam melaksanakan KBM sejumlah mata pelajaran, dimana hampir semua mata pelajaran sudah memiliki Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk masing-masing pelajaran. Sedangkan untuk Mata Pelajaran Muatan Lokal yang merupakan kegiatan kurikuler yang harus diajarkan di kelas tidak mempunyai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarnya. Hal ini membuat kendala bagi sekolah untuk menerapkan Mata Pelajaran Muatan Lokal. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran Muatan Lokal bukanlah pekerjaan yang mudah, karena harus dipersiapkan berbagai hal untuk dapat mengembangkan Mata Pelajaran Muatan Lokal
Untuk muatan lokal masing2 daerah diserahkan kepada satuan pendidikan didaerah setempat bekerja sama dengan dinas pandidikan dan pihak2 lain yang mempunyai pengetahuan untuk itu (muatan lokal) disusun oleh masing2 tingkat pendidikan.
Ada dua pola pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal dalam rangka menghadapi pelaksanaan KTSP. Pola tersebut adalah:


A.    PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL SESUAI DENGAN KONDISI SEKOLAH SAAT INI
Langkah dalam pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal bagi sekolah yang memang tidak mampu mengembangkannya, langkah tersebut adalah:
1.    Analisis Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mata Pelajaran Muatan Lokal diterapkan di Sekolah?
2.    Bila Mata Pelajaran Muatan Lokal yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan, maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mata Pelajaran Muatan Lokal tersebut ke dalam SK dan KD
3.    Bila Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mata Pelajaran Muatan Lokal dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan muatan lokal yang lebih sesuai.

B.    PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL DALAM KTSP
1.    Proses Pengembangan
Mata Pelajaran Muatan lokal pengembangannya sepenuhnya ditangani oleh sekolah dan komite sekolah yang membutuhkan penanganan secara profesional dalam merencanakan, mengelola, dan melaksanakannya. Dengan demikian di samping mendukung pembangunan daerah dan pembangunan nasional, perencanaan, pengelolaan, maupun pelaksanaan muatan lokal memperhatikan keseimbangan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Penanganan secara profesional muatan lokal merupakan tanggung jawab pemangku kepentingan (stakeholders) yaitu sekolah dan komite sekolah.
Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal oleh sekolah dan komite sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.    Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah
b.    Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal
c.    Mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal
d.    Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal
e.    Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus, dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP
Lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut:
a.    Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah
Kegiatan ini dilakukan untuk menelaah dan mendata berbagai keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Data tersebut dapat diperoleh dari berbagai pihak yang terkait di daerah yang bersangkutan seperti Pemda/Bappeda, Instansi vertikal terkait, Perguruan Tinggi, dan dunia usaha/industri. Keadaan daerah seperti telah disebuntukan di atas dapat ditinjau dari potensi daerah yang bersangkutan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kekayaan alam. Kebutuhan daerah dapat diketahui antara lain dari:
1)    Rencana pembangunan daerah bersangkutan termasuk prioritas pembangunan daerah, baik pembangunan jangka pendek, pembangunan jangka panjang, maupun pembangunan berkelanjutan (sustainable development);
2)    Pengembangan ketenagakerjaan termasuk jenis kemampuan-kemampuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan;
3)    Aspirasi masyarakat mengenai pelestarian alam dan pengembangan daerahnya, serta konservasi alam dan pemberdayaannya
b.    Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal
Berdasarkan kajian dari beberapa sumber seperti di atas dapat diperoleh berbagai jenis kebutuhan. Berbagai jenis kebutuhan ini dapat mencerminkan fungsi muatan lokal di daerah, antara lain untuk:
1)    Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah;
2)    Meningkatkan keterampilan di bidang pekerjaan tertentu;
3)    Meningkatkan kemampuan berwiraswasta;
4)    Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris untuk keperluan sehari-hari;
c.    Menentukan bahan kajian muatan lokal
Kegiatan ini pada dasarnya untuk mendata dan mengkaji berbagai kemungkinan muatan lokal yang dapat diangkat sebagai bahan kajian sesuai dengan dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Penentuan bahan kajian muatan lokal didasarkan pada kriteria berikut:
1)    Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik; sekolah memberikan kesempatan kepada pihak lain untuk berpartisipasi.
2)    Kemampuan guru dan ketersediaan tenaga pendidik yang diperlukan;
3)    Tersedianya sarana dan prasarana
4)    Tidak bertentangan dengan agama dan nilai luhur bangsa:
5)    Tidak menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan; dapat dijadikan sarana komunikasi
6)    Kelayakan berkaitan dengan pelaksanaan di sekolah;
7)    Lain-lain yang dapat dikembangkan sendiri sesuai dengan kondisi dan situasi daerah.
d.    Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal
Berdasarkan bahan kajian muatan lokal tersebut dapat ditentukan kegiatan pembelajarannya. Kegiatan pembelajaran ini pada dasarnya dirancang agar bahan kajian muatan lokal dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Kegiatan ini berupa kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi daerah, dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Serangkaian kegiatan pembelajaran yang sudah ditentukan oleh sekolah dan komite sekolah kemudian ditetapkan oleh sekolah dan komite sekolah untuk dijadikan nama mata pelajaran muatan lokal. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.
e.     Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus, dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP.
1)    Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar adalah langkah awal dalam membuat mata pelajaran muatan lokal agar dapat dilaksanakan di sekolah. Adapun langkah-langkah dalam mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar adalah sebagai berikut:
a)    Pengembangan Standar Kompetensi
Standar kompetensi adalah menentukan kompetensi yang didasarkan pada materi sebagai basis pengetahuan.
b)    Pengembangan Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar merupakan kompetensi yang harus dikuasai siswa. Penentuan ini dilakukan dengan melibatkan guru, ahli bidang kajian, ahli dari instansi lain yang sesuai.
2)     Pengembangan silabus secara umum mencakup:
a)    Mengembangkan indikator
b)    Mengidentifikasi materi pembelajaran
c)    Mengembangkan kegiatan pembelajaran
d)    Pengalokasian waktu
e)    Pengembangan penilaian
f)    Menentukan Sumber Belajar
Langkah-langkah tersebut dapat mengacu pada penyusunan silabus mata pelajaran.

Peserta
Selama ini kami sudah 6 bulan menerapkan muatan lokal, yang kami terapkan b inggris, ini diterapkan di kelas masing2 dan jika ingin ttg kebudayaan diluar sekolah apa bisa

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Supaya lebih fokus, Muatan Lokal tetap Muatan Lokal, yang lain di tempatkan di extrakurikuler. Nilai yang muncul tetap nilai tersebut, nilai yang lainnya hanya sebagai penunjang, oke kalau tidak ada masalah maka kita lanjuntukan kembali

Peserta
Bagaimana ttg tradisi yang sudah turun temurun

Peserta
Kalau kita berdoa kepada Allah, bukan hal yang lain ini apa salahnya

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Ini tidak ada kaitan dengan roh halus, dan kita harus memamfaatkan tokoh adat, imam mesjid, komite sekolah dan lain2.
Ini saja yang dapat saya sampaikan dan padahal ini masih ada satu bahan lagi, karena waktu mungkin ini kesalahn kita, dan sampai ketemu pada saat yang lain, dan semoga Allah memberikan hikmah dari apa yang telah tersampaikan hari ini saya akhiri Assalam mualaikum wr,wb.


Abdul Jalil (Direktur GSF)
Assalam mualaikum wr,wb. Syukur kepada Allah SWT, Salawat Salam kepangkuan Nabi Muhammad SAW, Terima kasih kepada Bapak Khairuddin yang sdh 2 hari mendampingi kita, dan semoga apa yang telah di berikan dapat ibu aplikasikan dilapangan, dan kepada Bapak Khairuddin semoga mendapatkan rahmat dari Allah SWT, dan ada yang kurang jelas ttg praktek besok bisa ditanyakan utk praktek besok bapak ibu akan ditemani oleh Panitia dan kedua Fasilitator, Bapak Khairuddin di SDN Woila dan MIN woyla Bapak Adi SDN Paya Dua dan SDN Lueng Tanoh Tho, saya tidak mau besok guru pamong duduk di kantor atau kantin ketika bapak ibu praktek, tapi guru pamong harus menemani bapak ibu, besok yang membawa alat peraga silahkan sesuai dengan RPP, dan tolong ditunggu proses tutor datang masing2, dan nanti ada pembagian tugas panitia yang selalu kami laksanakan setelah acara ini, dan untuk kedepan bisa kita arahkan kepada wali kelas I – VI  hal seperti ini seperti dalam training yang sudah bapak ibu ikuti sesuai dgn kelas masing2, tapi kalau dirasa tidak butuh kami tidak akan mau lagi, dan sampai jumpa besok di tempat praktek masing2 saya akhiri Assalam mualaikum wr,wb.

Hari kelima, Rabu, 09 April 2008
 
Fetty Kurnia Laily
Assalam mualaikum wr,wb. Alhamdulillah pada hari ini hari terakhir puncak acara, dan bapak ibu sdh melaksanakan praktek dilapanngan dengan materi yang sdh diberikan selama beberapa hari ini, untuk lebih jelas ttg praktek tadi dilapangan,kita dengarkan arahan dari kedua Fasilitator kita, untuk yang pertama kepada bapak Khairuddin

Khairuddin, M.Pd (Faslitator)
Assalam mualaikum wr,wb. Alhamdullillah telah sama2 kita laksanakan praktek dilapangan tadi, Bapak ibu yang hadir dikesempatan ini yang saya banggakan, perlu saya sampaikan sbg sumbang pikiran, RPP ini satu kali masuk bukan satu topik, contoh ini sdh ada ditangan bapak ibu silahkan gunakan. RPP kelas IV - VI tidak cocok bila digunakan pada kelas I –III, Maaf saya pending dulu sebentar saya persilahkan kepada Bapak Adi utk menyabung...


Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Assalam mualaikum wr,wb. Bapak ibu saya bahagaia sekali pada hari ini melihat bapak ibu, yang pertama rasa kagum, pelatihan kita selama dua hari ini yang saya dampingi tapi ketika saya jalan2 ada suasana yang membuat saya bangga ketika saya mengawasi saat praktek tadi, sungguh luar bisaa, ada anak yang di suruh mengungkapkan aspirasi, ini sungguh luar bisaa, dan jika ini kita mulai dari awal, maka kelak akan menjadi anak yang tidak hanya memendam suara didalam hati, RPP ini saya belum sempat baca, tapi masih ada juga tadi yang saya lihat sewaktu nulis membelakangi murid, catatan untuk kedepan jgn pernah nulis dengan membelakangi siswa, karena kita tidak bisa melihat posisi anak sedang apa, dan yang lain sdh bagus, kelas II alat peraga sesuai dengan dicatatan saya, disini tdk dituntut jawaban siswa harus benar, tapi tujuan kita menumbuhkan keberanian. Tadi ada yang bawa helm, ini menimbulkan pertanyaan kpd anak helm ini apa keguanaannya, tapi sayang anak2 mungkin tidak tahu kegunaannya, alat peraganya sdh termasuk bagus, secara keseluruhan sungguh luar bisaa, tapi masih banyak mengajar dengan menggunakan kata “kor” di kelas. Padahal bisa ditumbuhkan pertanyaan secara langsung walau belum tentu bisa di jawab tapi ini adalah proses, dan tadi ada yang gemetar saat dilihat, mungkin penguasaan materi sangat kurang. Ini akibat mental padahal menurut saya materi yang ibu bahas tadi saya yakin ibu bisa, mungkin cara penilaain saya salah nanti kita bisa diskusikan kembali diluar ruangan. Penguasaan kelas bagus hingga anak2 bisa didisiplinkan, indentitas kelompok bagus, penyiapan bahan oke diskusi bagus, ini saja penilaian dari saya saya akhiri, Assalam mualaikum wr,wb.


Khairuddin, M.Pd (Faslitator)
Assalam mualaikum wr,wb. Maaf tadi agak terputus ada telpon dari keluarga, pada prinsipnya sdh dilakukan dengan maksimal, tapi ada catatan yang harus diingat bersama, ketika hendaknya mulailah sesuatu dengan berdoa, walau hanya dengan ayat2 pendek. Dan juga saya lihat tadi pada saat menutup pelajaran tidak ada penarikan kesimpulan, tidak ada sisipan sisi moral, seharusnya ada pesan moral yang disampaikan kepada murid, penguasaan materi ini sudah bisa tapi masih ada yang belum menguasai, usahakan cerita pendek yang mengandung unsur “In” ini dapat dibedakan, dan ada jg yang disebut alur maju dan juga campuran, ini dipillih untuk ditarik keindikator, secara umum saya garis bawahi bahwa penulisan bahasanya yang perlu dipelajari kembali, dan secara umum harus ada perbaikan kedepan.
Metode pemberlajaran ini sdh saya ajarkan kemarin, ada CTL investigasi dll, pada prinsipnya sdh baik cuma keaktifan guru yang masih kurang kedepan agar anak2 lebih dibimbing, diarahkan oleh guru sampai dia menemukan sendiri.
Indikator yang akan menjadi patron ibu dalam pengajaran yang tidak jauh dari indikator, dan nanti secara lebih detil kita bahas lagi, karena waktu, contoh sdh ada ditangan bapak ibu dan ibu bisa pelajari lebih lanjut dirumah, jika bapak ibu sudah tahu tapi bapak ibu tidak lakukan maka ini akan berdosa, kalau ada yang kurang berkenan dan ada senyum yang tidak berkesan saya mohon maaf saya akhiri Assalam mualaikum wr,wb.

Fetty Kurnia Laily
Terima kasih kepada tutor dan selanjut pembagian sertifikat secara simbolis kepada 2 orang yang terfavorit, bukan berarti yang lain tidak terfavorit, tapi ini hanya untuk simbolis, kepada. Ibu Asniati dan kepada Ibu Mariani kami persilahkan kedepan, kepada bapak khairuddin kami persilahkan untuk menyerahkan sertifikat kepada Ibu Asniati dan Kepada Bapak Adi Darmawan kami persilahkan untuk menyerahkan sertifikat kepada Ibu Mariani...

Penyerahan Sertifikat secara Simbolis  

Fetty Kurnia Laily
Selanjutnya pengisian lembar evaluasi

Abdul Jalil (Direktur GSF)
Assalam mualaikum wr,wb. Syukur kepada Allah SWT yang telah menyukseskan acara kita sampai hari ini, yang telah membri kesehatan sehingga sukses acara yang telah direncanakan, dan kita turut berduka atas meninggalnya mertua salah satu peserta, dan terima kasih kepada Bapak Adi dan Bapak  Khairuddin yang telah memberikan materi semoga bisa kita memanfaatkan samapi akhir hayat, dan bisa diterapkan di sekolah dan semoga kepada tutor diberi balasan oleh Allah SWT. Bapak ibu blangko ini bisa diisi, satu minggu atau satu bulan, format ini bisa diubah, dan jika lebih bisa dikurangi dan jika kurang bisa ditambah, dan ini menjadi bahan ibu untuk benah diri, kami ini hanya pendamping bapak ibu di sekolah, dan ini perlu proses bertahun2 untuk menjadi projek kepada sekolah lain baik yang datang dari Aceh Jaya dan Nagan raya.
Kami selalu datang berkunjung kesekolah bapak ibu dan mungkin kami akan bertanya baik dengan jumlah murid, guru dll, kami selalu mengafdet data ini, dan kami selalu mendata di sekolah, data ini setiap saat akan kami perbaruhi, dan kami akan berusaha untuk bisa melakukan ini, bagaimana ibu guru mencerdaskan murid jika murid cm 2 jam di sekolah padahal anak ini lebih banyak waktu di rumah, ini belum lagi ada acara2 maulid dikampung, kenduri di rumah tetangga, sehingga murid perlu kita beri penjelasan kepada orang tua ini lama kita tumbuhkan kesadaran, dan kemari kami sdh mengirim Pihak komite, tokoh pendidikan untuk mengikuti traning dan kedepan juga untuk wali murid, data itu silahkan diisi dan berembuk dengan kepala sekolah dan setelah kami ketik akan dikirim lagi ke sekolah sehingga data itu menjadi akurat, seperti ibu Nurhayati dan pak Jauhari pada data pertama masih kontrak sekarang sdh PNS ini adalah  rahmad, dan untuk wilayah woyla ada Jamal, Samatiga ada Azhar yang akan mengunjungi bapak ibu disekolah dan sampaikan kepada mereka, dan insya Allah kami akan bisa bantu, dan kami sudah rancang kelender dan kita akan bagikan / sekolah 8 lembar, untuk kelas 6 lembar dan di tambah ruang guru 1 lembar dan ruang kepala sekolah 1 lembar, dan nanti ada sedikit tranfortasi walau tidak sempurna, begitu juga sertifikat sdh siap kami buat, dan nanti bisa bapak ibu jumpai panitia, baiklah bapak ibu acara kita sdh selesai dengan mengucapkan Alhamdulilah acara saya tutup, bila ada kesalahan selama pelatihan kami mohon maaf, selama pelatihan pulang dalam hujan ini kita sama2 kena hujan sayapun pakai honda jadi juga basah, semalam sampai kerumah jam 8, oke bapak ibu terima kasih mohon maaf atas kesalahan, Assalam mualaikum wr,wb.

Tgk. Hasballah
Doa....

Fetty Kurnia Laily
Dengan berakhirnya pembacaan doa tadi maka berakhir pulalah acara penutupan kita pada hari ini, saya selaku pembawa acara mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan bahasa saya akhiri Assalam mualaikum wr,wb.

 

 





Display News

Tamu GSF

Kami memiliki 41 Tamu online

GSF Mail

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday762
mod_vvisit_counterYesterday1388
mod_vvisit_counterThis week4982
mod_vvisit_counterLast week7361
mod_vvisit_counterThis month29607
mod_vvisit_counterLast month39468
mod_vvisit_counterAll days1501030

Online (20 minutes ago): 23
Your IP: 50.16.165.62
,
Today: Okt 23, 2014
Translate Web Ke Bahasa :