busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:
Login

Don't You have account?

Sign Up

SP Facebook

;"kapan panitia C akan turun menertipkan perkebunan hak guna usaha perusahaan sari inti rakyat yang terindikasi terlantar";

Notulen Workshop Wali Murid Sama Tiga tgl 18-12-08

Ibu dan bapak-bapak sekalian, sekarang banyak sekali kita mendengarkan tentang masaalah pendidikan yang di beda-bedakan antara lain ada yang menamakan sekolah unggul dan ada juga yang menamakan sekolah inti tapi menurut saya itu tidak sesuai,  saya ngak pernah sekolah di unggul dan inti tapi saya bisa mengakses dana yang dari inggris, coba kita lihat Ramli Ms tidak juga sekolah di unggul tapi bisa jadi bupati, Aminullah orang desa bisa juga jadi kolemerat, makanya tidak cocok dibedakan antara ungul dan tidak unggul, menyangkut dengan studi banding keluar daerah itu tidak bagus karena tidak sesuai dengan keadaan daerah kita, akan tetapi kalau daerah lain umpamanya Aceh Pidie dan Aceh Utara yang mau studi banding di Aceh Barat itu baru bagus lagian kita berharap Aceh Barat bisa menjadi pilot projet, ini lagi masaalah pengawas kalau di daerah lain pengawas bisa ngajar dan kenal sama anak-anak dan guru tapi pengawas daerah kita cuma yang tau masaalah dana yang lebih dan tidak bisa ngajar tutur direktur gsf dalam sambutan workshop wali murid

WORKSHOP WALI MURID SD-MI
Dilaksanakan Grassroots Society Forum (GSF) Supported BY CAFOD
Aula BKG Suak Timah, 18 Desember 2008

Pembawa acara
Muhammad Azhar (Team Monitoring Sama Tiga)
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. (Team Monitoring Woyla) Jamaluddin
Kata-kata sambutan dari Derektur   GSF.

Abduljalil Assalamu`alaikum, Wr. Wb.  Syukur Kepada Allah Selawat dan salam kepada nabi. Yang saya hormati bapak-bapak dan ibu-ibu yang telah memenuhi undangan kami dalam rangka pelatihan wali murid, yang saya hormati juga segenap panitia yang telah mempersiapkan acara ini dan saya hormati juga pak khairuddin selaku tutor pada pagi ini. GSF selama ini telah melaksanakan training kepada kepala sekolah, komite sekolah, dan juga telah melaksanakan training guru mata pelajaran, dan pada tahun 2008 juga telah melaksanakan pelatihan guru SD-MI se kabupaten Aceh Barat, sebenarnya kalau kami ada dana kami akan melaksanakan semua pelatihan akan tetapi karena kami keterbatasan dana yang sempat kami Cuma melaksanakan training bukan untuk membangun rumah dan memberi bantuan yang lainya akan tetapi kami memberikan ilmu kepada guru dan mudah-mudahan generasi akan datang lebih sukses, saya hanya orang biasa yang lahir di di Desa Pulo Tengoh Kecamatan Meureubo dulu Kaway XVI  SD juga di pulo tengoh, SMP 3 dan SMA di Kaway XVI,


Ibu dan bapak-bapak sekalian, sekarang banyak sekali kita mendengarkan tentang masaalah pendidikan yang di beda-bedakan antara lain ada yang menamakan sekolah unggul dan ada juga yang menamakan sekolah inti tapi menurut saya itu tidak sesuai,  saya ngak pernah sekolah di unggul dan inti tapi saya bisa mengakses dana yang dari inggris, coba kita lihat Ramli Ms tidak juga sekolah di unggul tapi bisa jadi bupati, Aminullah orang desa bisa juga jadi kolemerat, makanya tidak cocok dibedakan antara ungul dan tidak unggul, menyangkut dengan studi banding keluar daerah itu tidak bagus karena tidak sesuai dengan keadaan daerah kita, akan tetapi kalau daerah lain umpamanya Aceh Pidie dan Aceh Utara yang mau studi banding di Aceh Barat itu baru bagus lagian kita berharap Aceh Barat bisa menjadi pilot projet, ini lagi masaalah pengawas kalau di daerah lain pengawas bisa ngajar dan kenal sama anak-anak dan guru tapi pengawas daerah kita cuma yang tau masaalah dana yang lebih dan tidak bisa ngajar tutur direktur gsf dalam sambutan workshop wali murid.


Ada masalah lain di rumah sekolah kadang ada juga salah ngajar masalah menerapkan sama anak-anak seperti mengajarkan ini budi padahal kan lebih bagus mengajar tentang Teuku Umar, kalau kita lihat  waktu anak-anak belajar perhari di rumah sekolah cuma 2 jam 30 menit pada hal yang lebih itu dirumah bersama orang tua dan ada juga orang tua yang masih mengajak anaknya ikut kesawah, ada kenduri, kawin makcek,  kan ini mubazir padahal anak-anak perlu kita bina dan kita bimbing karena kalau terlalu banyak sekali  bersama kita dirumah nanti jangan salahkan guru kalau tidak naik kelas, harapan saya pertemuan kita ini cukup sedikit tolong dipergunakan semaksimal mungkin nanti tolong dibaca dirumah. Umur saya mau mencapai 38 tahun saya teringat diwaktu duduk apa yang saya sudah perbuat tentang kebaikan dan ibu bisa juga membayangkan berapa tahun ibu dan bapak hidup apakah terpikir tentang itu, Saya yakin ibu dan bapak sudah mengerti dan tolong dijaga perdamaian ini dengan baik, bapak-bapak dan ibu sekarang kita lihat di daerah kita ini tentang pemelihat anggota dewan (Caleg)  ada yang menjanjikan kalau saya terpilih pendidikan itu gratis dan kalau dilihat dari APBD Aceh Barat tidak cukup makanya jangan bilang pendidikan gratis karena pendidikan itu mahal saya akhiri wabilahitaufid walhidayah Assalamua`alaikum Wr. Wb
Khairuddin, M.Pd ( Fasilitator )Assalamu`alaikum Wr. Wb. Sebelum saya kita masuki tentang materi ada baiknya saya perkenalkan diri nama saya Khairuddin nama yang bagus diberikan oleh orang tua saya, saya di lahirkan di sebuah Negara Eropa yaitu di Jerman Barat ( Jeuram Aceh Barat ) dekat dengan Kuba ( kuala baro ) Pengalaman akademik D III bahasa dan Sastra Indonesia  di Unsyiah Banda Aceh S I juga dengan jurusan yang sama di Unsyiah juga sedangkan S II jurusan sastra indonesia di Malang jawa timur, pengalaman kerja enam belas tahun saya pernah menjadi guru SGO banda aceh, SMA 1 meulaboh, dosen di Universitas Serambi Mekah  Banda Aceh juga dosen di Universitas Teuku Umar meulaboh, adapun hari-hari saya tinggal di Desa Gampa lorong kiblat bersama istreri tercinta dan tiga orang anak. Terimakasih sebelut kita lanjut ada pertanyaan.


M. Safari ( Wali Murid SDN Ujong Nga ) Saya ingin tanyakan kepada bapak tentang masalah dana pendidikan yang sedengar 20 persen dan sejauh mana yang direalisasikan  oleh pemda.

Khairuddin, M.Pd ( Fasilitator ) Ini kita jawab nanti, Ibu dan bapak coba kita liahat kedepan tentang konsep manajemen berbasis sekolah yang di kemukakan oleh Gaffar ( 1989 ) mengemukakan bahwa manajemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu proses kerja sama yang sistematik, sistemik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.Manajemen pendidikan juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tjuan yang telah ditetapkan,baik tujuan janka pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang.


Tanpa manajemen tidak mungkin tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara optimal,efektif,dan efisien.dalam kerangka inilah tumbuh kesadaran akan pentingnya manajemen berbasis sekolah ( MBS ), yang memberikan kewenangan penuh kepada sekolah dan guru dalam mengatur pendidikan.
MBS juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik, guru-guru, serta kebuuhan masyarakat setempat.
Untuk itu perlu dipahami fungsi-fungsi pkok manajemen, yaitu:
(1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengawasan, dan (4)pembinaan. Dalam prakteknya keepat fungsi tersebut merupakan suatu proses yang berkesinambungan.


Keempat fungsi tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut:
(1)    Perencanaan: merupakan proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Perencanaan juga merupakan kumpulan kebijakan yang secara sistematik disusun dan dirumuskan berdasarkan data yang dapat dipertanggung jawabkan serta dapat dipergunakan sebagai pedoman kerja.
(2)    pelaksanaan: merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan yang efektif dan efisien. rencana yang telah disusun akan memiliki nilai jika dilaksanakan dengan efektif dan efisien. dalam pelaksanaan, setiap lembaga pendidikan harus memiliki kekuatan yang mantap dan menyakinkan sebab jika tidak kuat, maka proses pendidikan seperti yang diinginkan sulit terealisasi.
(3)    Pengawasan: dapat diartikan sebagai upaya untuk mengamati secara sistematisdan berkesinambungan; merekam, memberi penjelasan, petunjuk,pembinaan dan meluruskan berbagai hal yang kurang tepat serta memperbaiki kesalahan.pengawasan merupakan kunci keberhasilan dalam keseluruhan proses manajemen, perlu dilihat secara koprehensif, tepadu, dan tidak terpbatas pada hal-hal tertentu.

(4)    Pembinaan: merupakan rangkaian upaya pengendalian secara profesional semua unsur di lembaga pendidikan,agar berfunsi sebagaimana mestinya sehingga rencana untuk mencapai tujuan dapat terlaksana secara efektif dan efisien.
Manajemen pendidikan merupakan alternatif strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hasil penelitian balitbang diknas menunjukkan bahwa manajemen sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan.
Mbs menuntut perubahan tingkah laku kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi dalam mengoperasikan sekolah.
Untuk Memenuhi Persyaratan Pelksanaa Mbs, Kepala Sekolah, Guru Dan Tenaga Adm Harus Mempunyai Dua Sifat Yaitu Profesional Dan Manajerial Mereka Harus Memiliki Pengetahuan Yang  Dalam Tentang Peserta Didik Dan Prinsip-Prinsip Pendidikan, Sehingga Segala Keputusan Yang Diambil Didasarkan Atas Pertimbangan-Pertimbangan Pendidikan


Untuk kepentingan tersebut, kepala sekolah harus:
1)    Memiliki kemampuan berkolaborasi dengan guru dan masyarakat sekitar sekolah
2)    Memiliki pemahaman dan wawasan yang luas tentang teori pendidikan dan pembelajaran
3)    Memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menganalisis situasi sekarang berdasarkan apa yang seharusnya serta mampu memperkirakan kejadian di masa depan berdsarkan situasi sekarang.
4)    Memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan yang berkaitan dengan efektifitas pendidikan di sekolah.
5)    Mampu memanfaatkan berbagai peluang,menjadikan tantangan sebagai peluang, serta mengkonseptualkan arah baru untuk perubahan.

Istilah  MBS merupakan terjemahan dari ” school-besed management”.istilah ini pertama sekali muncul di amerika serikat.mbs merupakan paradikma baru pendidikan,yang memberikan otonomi luas pada  tingkat sekolah (perlibatan masyarakat ) dalam kerangka kibijakan pendidikan nasional.
Kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti MBS yang dipandang memiliki tingkat efektifitas tinggi seta memberikan beberapa keuntungan berikut:
1)    Kebijaksanaan dan kewenangan sekolah membawa pengaruh langsung kepada peserta didik,orang tua dan guru.
2)    Bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokaal.
3)    Efektif dalam melakukan pembinaan peserta didik seperti kehadiran, hasil belajar,tingkat pengulangan,tingkat putus sekolah,moral guru, dan iklim sekolah.
4)    Adanya perhatian bersama untuk mengambil keputusan,memberdayakan guru,manajemen sekolah rancang ulang sekolah dan perubahan perencanaan.

Sekolah sebagai lembaga publik perlu terbuka terhadap stakeholdernya(murid, orang tua,  masyarakat dll.)Sehingga perlu disampaikan informasi mengenai perencanaan (RPS), pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran (APBS).
Tiap pekerjaan mutlak memerlukan adanya pertanggung jawaban (responsibility dan accountability).sekolah sampai sekarang hanya merasa bertanggung jawab pada pemerintah atau yayasan yang memberi uang tetapi kurang ada yang merasa bertanggung jawab kepada masyarakat. Pada kenyataannya, sebagian besar pembiayaan pendidikan berasal dari orang tua (dalam hal ini masyarakat) dan sekolah mendidik anak masyarakat.oleh karena itu sekolah harus bertanggung jawab pada masyarakat, bagaimana dia melaksanakan tugasnya,apa yang belum terlaksana,kekurangan dan kelebihannya,serta bagaimana dia mengharapkan bantuan dan dukungan masyarakat untuk mendidik anak secara bersama dan berkesinambungan.
Di negara yang telah maju  MBS  telah dilaksanakan dengan baik,sekolah bertanggung jawab pada masyarakat.sungguh pun keuanganya sebagian besar dari pemerintah dan yayasan.masyarakat melalalui komite sekolah mempunyai kekuatan dan tidak bisa dipandang sebelah mata oleh kepala sekolah.Saat ini keterbukaan dan akuntabilitas sekolah bisa dilakukan dengan melakukan berbagai pertemuan dan rapat dengan komite sekolah untuk memberitaukan secara terbuka semua persoalan yang dihadapi sekolah,mulai dari masalah guru, dana yang dibutuhkan,dana yang tersedia dsb.makin ada keterbukaan, akan makin baik terhadap citra sekolah dan kemungkinan sekolah mendapat bantuan lagi dari masyarakat  akan lebih besar.
Hakikat MBS adalah:


1.    Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab
2.    Pengambilan keputusan bersama
3.    Transparansi
4.    Akuntabilitas
A.ciri –ciri manajemen yang mengacu pada mbs
1.    Visi dan misi dirumuskan bersama oleh kepala sekolah,guru, unsur siswa, alumni dan stakeholder.
2.    Ada rips yang mengacu pada visi dan misi yang telah dirumuskan
3.    Penyusunan rapbs sesuai dengan rips yang disusun bersama oleh kepala sekolah,guru,komite secara transparan.
4.    Akuntabel
5.    Terwujudnya otonomi sekolah yang ditandai dengan kemandirian dan dinamika sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
6.    Pengambilan keputusan secara partisipatif dan demokratis
7.    Terbuka menerima masukan,kritik dan saran dari pihak manapun.
8.    Mampu membangun komitmen seluruh warga sekolah untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan
9.    Pemberdayaan seluruh potensi warga sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan
10.    terciptanya suasana kerja yang kondusif untuk peningkatan kinerja sekolah
11.    Mampu memberikan rasa bangga kepada semua pihak
12.    Ada transparansi dan akuntabilitas publik dalam melaksanakan seluruh kegiatan
Terimaksih untuk sementara habis kita minum kita masuk kembali

Break
Assalamu`alaikum wr.   Wb Ibu dan bapak coba lihat kedepan karena waktu kita hanya sebentar lagi
B.Pembelajaran yang dikehendaki dalam MBS
1.mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa
2.meningkatkan keaktifan siswa dalam menemukan,memecahkan masalah melalui berfikir ilmiah,logis, kritis,dan praktis.
3.berani mengemukakan pendapat dalam memecahkan masalah pada situasi kelompok
4.tidak merasa tertekan dalam proses pembelajaran sehingga anak merasa senang
5.menerapkan keterampilan bagi diri sendiri,masyaraka, dan lingkungan.
C. Peran guru
1.    Mendorong keaktifan siswa dalam mengemukakan gagasan, pendapat, dan ide baru di masa mendatang.
2.    Mengembangkan kegiatan beragam dngan menggunakan media dan metode yang bervariasi
3.    Memberikan motivasi pada siswa untuk meningkatkan prestasi belajar dengan memajangkan portofolio mereka.
4.    berusaha mencapai tujuan pembelajaran sesuai target dan waktu yang disediakan.
Tgk. Marzuki ( Wali Murid MIN Ulee Pulo ) Kenapa sebahagian  kepala sekolah banyak yang tidak bisa buat proposal
Tgk. Fadhlun (Wali Murid SDN Pasi Mali ) Bagaimana mutu pendidikan anak-anak bisa bagus di daerah kami sedangkan guru banyak yang telat datang karena tinggal jauh bahkan ada yang tidak datang dalam arti masuk
Nurdin AB (Wali Murid MIS Suak Trieng ) Kenapa sekolah MIS Sauak Trieng belum dinegeri padahal dulu di bangun dengan swadaya masyarakat, dan banyak guru yang menjadikan sekolah tempat mencari uang,

Khairuddin, M.Pd ( Fasilitator )                                                                                                                                                                                

Ada yang bisa menjawab
Husaini jamal (Wali Murid SDN Suak Pandan )
1.    Menurut saya tentang pembuatan proposal ini bisa kita kompromi bersama pasti tujuan kita itu tercapai walaupun kepala tidak bisa kan ada komite.
2.    Menyangkut guru tidak datang/ tidak masuk. Ini bisa kita kompromi juga dengan komite sekolah ataupun dinas terkait.
3.    Menyangkut dengan penegerian sekolah ini juga kita bisa kompromi dengan kepala desa untuk membuat surat usulan penegerian.

Khairuddin, M.Pd ( Fasilitator )                                                                                                                                                                                   yang bapak jawab tadi sudah betul semua tapi sedikit yang ingin saya tambahkan tentang banyak guru yang menjadikan sekolah tempat mencari uang ini memang menjadi suatu persoalan karena di daerah kita banyak perguruan tinggi yang tidak jelas makanya dia tidak tahu mana yang hak untuk  dia tapi kalau pemerintah ingin menyadari betapa perlunya pendidikan tolong cek legalitas kampus yang ada di aceh barat kalau sudah baguspasti akan mengerti tentang haknya.
Tgk. Marzuki ( Wali Murid MIN Ulee Pulo )
Apakah peran komite sekolah .
Khairuddin, M.Pd ( Fasilitator )                                                                                                                                                                                       Komite adalah anggota dewannya rumah sekolah baik untuk menegur kepala sekolah ataupun orang yang mengajak untuk kebaikan sekolah.
Khairuddin, M.Pd ( Fasilitator )                                                                                                                                                                                          
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan (stakeholder) yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Khairuddin, M.Pd ( Fasilitator )                                                                                                                                                                                          
Menjelaskan SKL
     Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.
     Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
     Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
     Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Khairuddin, M.Pd ( Fasilitator )                                                                                                                                                                                          
Menjelaskan tentang KKM
                                                                                                                                                                                           
 
 
Khairuddin, M.Pd ( Fasilitator )                                                                                                                                                                                        Terima kasih pada ibu dan bapak sebelum saya akhiri minta maaf siapa tau dalam tutur kata ada yang salah
ISHOMA
Assalamu`alaikum wr   wb. Selamat datang ibu dan bapak yang jelas kita ini orang yang menerima mamfaatnya, sekolah tidak akan jalan tanpa dukungan dari masyarakat, yang ingin saya sampaikan masalah sekolah, yang setahu saya masalah komite harus ada AD ART, terus masalah RAPBS disini juga wajib ada komite sehingga kalau dilibatkan pasti tau masalah kekurangan dan kelebihan dana yang ada di sekolah, nah dengan ada komite sekolah dapat terkontrol bahkan dituangkan dalam Undang-undang.
SANDARAN
n    Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945)
n    melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
n    Amanat Pasal 31 UUD 1945
n    Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan;
n    Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; serta
n    Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang
n    Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
n    Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.
n    Amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
n    Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009)
n    Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional
LAMPIRAN II    : KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
      NOMOR    :    044/U/2002
      TANGGAL    :    2 APRIL 2002
A.    ACUAN PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH
I.    PENGERTIAN DAN NAMA
1.    Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di Satuan Pendidikan baik pada pendidikan prasekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah.
Adi Darmawan, S.Ag ( Falisitator ) menjelaskan
Pendidikan yang diajarkan di sekolah Cuma tiga jam selebihnya di rumah dan lingkungan
2.    Nama dan badan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing satuan pendidikan, seperti Komite Sekolah, Majelis Sekolah, Majelis Madrasah, Komiite TK atau nama lain yang disepakati.
Adi Darmawan, S.Ag ( Falisitator ) menjelaskan.
Ini tidak mesti dengan nama komite tapi boleh dibuat dengan nama lain atau beberapa sekolah yang setingkat
3.    BP3, Komite Sekolah dan/atau majelis sekolah yang sudah ada dapat memperluas fungsi, peran dan keanggotaan sesuai dengan acuan ini.
II.    KEDUDUKAN DAN SIFAT
1.    Komite Sekolah berkedudukan di satuan Pendidikan.
2.    Komite Sekolah dapat terdiri dari satu satuan pendidikan atau berupa satuan pendidikan dalam jenjang yang sama, atau beberapa satuan pendidikan yang berbeda jenjang tetapi berada pada lokasi yang berdekatan, atau satuan-satuan pendidikan yang dikelola oleh suatu penyelenggara pendidikan,atau karena pertimbangan lain.
3.    Badan ini bersifat mandiri, tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga pemerintah.
III.    TUJUAN
1.    Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan.
2.    Meningkatkan tanggung jawab dan peran masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
3.    Menciptakan suasana dan kondisi trasparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan.
IV.    PERAN DAN FUNGSI
a.    Dewan Pendidikan berperan sebagai:
b.    Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam menentukan dan melaksanakan kebijakan pendidikan.
c.    Pendukung (supporting agency) baik yang berwujud finansial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan.
d.    Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan.
e.    Mediator antara pemerintah (eksekutif)  dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) (legislatif) dengan masyarakat.
Komite Sekolah berfungsi sebagai berikut:
1.    Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
2.    Melakukan kerja sama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha/dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
3.    Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang  diajukan oleh masyarakat.
4.    Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai:
a.    Kebijakan dan program pendidikan.
b.    Rencana Anggaran Pendidikan dan Belanja Sekolah (RAPBS).
c.    Kriteria kinerja satuan pendidikan.
d.    Kriteria tenaga pendidikan.
e.    Kriteria fasilitas pendidikan.
f.    Hal-hal lain yang terkait denngan pendidikan.
5.    Mendorong orang tua  dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan.
6.    Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
7.    Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan.
V. ORGANISASI
1.    Keanggotaan Dewan Pendidikan
a.    Keanggotaan Dewan Pendidikan terdiri dari:
1)    Unsur masyarakat dapat berasal dari:
        -Orang tua/wali peserta didik
            -Tokoh Masyarakat
            -Tokoh Pendidikan
            -Dunia usaha/industri
            -Organisasi profesi tenaga pendidikan
             - Wakil Alumni
            -Wakil pesreta didik    
2)    Unsur dewan guru, yayasan/lembaga penyelenggara pendidikan, Badan pertimbangan Desa dapat pula dilibatkan sebagai angggota Komite Sekolah (Maksimal 3 orang).
b.    Anggota Komite sekolah sekurang-kurangnya berjumlah 9 (sembilan) orang.
2.    Keperluan Komite sekolah:
a.    Pengurus sekurang-kurangnya terdiri atas:
1)    Ketua
2)    Sekretaris
3)    Bendahara
b.    Pengurus dipilih dari dan oleh anggota.
c.    Ketua bukan berasal dari Kepala Satuan Pedidikan.
3.    Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART)
a.    Komite Sekolah wajib memiliki Ad dan ART.
b.    Angggaran Dasar sebagai mana dimaksud sekurang-kurangnya memuat:
1)    Nama dan tempat kedudukan.
2)    Dasar, tujuan, dan kegiatan.
3)    Keanggotaan dan kepengurusan.
4)    Hak dan kewajiban anggota dan pengurus.
5)    Keuangan.
6)    Mekanisme kerja dan rapat-rapat.
7)    Perubahan Ad dan ART dan pembubaran organisasi.
VI. PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH
1.    Prinsip Pembentukan
Pembentukan Dewan Pendidikan menganut prinsip-prinsip sebagai berikut:
a.    Transparan, akuntabel, dan demokratis.
b.    Merupakan mitra satuan pendidikan.    
2.    Mekanisme Pembentukan
a.    Pembentukan Panitia Persiapan.

1)    Masyarakat dan/atau kepala satuan pendidikan membentuk panitia persiapan. Panitia persiapan berjumlah sekurang-kurangnya 5 (lima) orang yang terdiri atas kalangan praktisi pendidikan (seperti guru, kepala satuan pendidikan, penyelenggara pendidikan) dan pemerhati pendidikan (LSM peduli pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, dan industri) dan orang tua peserta didik.

2)    Panitia persiapan bertugas mempersiapkan pembentukan Komite Sekolah dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.    Mengadakan forum sosialisasi kepada masyarakat (termasuk pengurus/anggota BP 3, Majelis Sekolah, dan Komite sekolah yang sudah ada) tentang Komite Sekolah menurut keputusan ini.
b.    Menyusun kriteria dan mengindentifikasi calon anggota berdasarkan usulan dari masyarakat.
c.    Menyeleksi calon anggota berdasarkan usulan dari masyarakat.
d.    Mengumumkan calon anggota berdasarkan usulan dari masyarakat.
e.    Menyusun nama-nama anggota terpilih.
f.    Memfasilitasi pemilihan pengurus dan anggota Komite Sekolah.
g.    Menyampaikan nama pengurus dan anggoata komite sekolah kepada satuan pendidikan.
h.    Panitia Persiapan dinyatakan bubar setelah komite Sekolah Terbentuk
3)    Penetapan Pembentukan Komite Sekolah.Komite Sekolah ditetapkan untuk pertama kali dengan Surat Keputusan Kepala Satuan Pendidikan, dan selanjutnya diatur dalam AD dan ART.
VII. TATA DAN HUBUNGAN ANTAR ORGANISASI
Tata hubungan antara Komite Sekolah dengan     satuan pendidikan, dan intitusi lain yang bertanggung     jawab dalam pengelolaan pendidikan denan komite-    komite sekolah pada satuan pendidikan lain bersifat     koordinatif.
VIII. PENUTUP
1.    Dalam Pembentukan Komite Sekolah, kepala satuan Pendidikan dapat berkonsultasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.
2.    Pembentukan Komite Sekolah dapat diatur melalui Peraturan Daerah yang berkaitan dengan pengelolaan pendidikandi Kabupaten/Kota.
3.    Pembentukan Komite Sekolah dapat difasilitasi oleh Sekretariat Tim Pengembangan dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, dengan alamat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Gedung E Lantai 5, Jalan Jenderal Sudirman Senayan Jakarta Telp. (021) 5725613, 5725608, Fax (021) 5725608, Website www.depdiknas.go.id Email Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya        
Adi Darmawan, S.Ag ( Falisitator ) ada yang ingin ditanyakan
Tgk. Fadlun ( Wali Murid SDN Pasi Mali )
Yang ingin saya tanyakan masalah dana bos di ambil 50 % untuk sekolah dan 50 % siswa
Adi Darmawan, S.Ag ( Falisitator ) ada yang ingin membantu saya
Nurdi Ab ( Wali Murid MIS Suak Trieng )
Ini bukan menjawab tapi Cuma ingin mengatakan Kalau menurut saya masalah dana bos di MIS SUAK trieng itu kami ngak tau
Adi Darmawan, S.Ag ( Falisitator )
Makanya kalau ada komite berarti sudah ada orang yang mengawas tentang dana apapun
Tgk. Marzuki ( Wali Murid MIN Ulee Pulo )
menjelaskan ada komite sendiri yang tidak tau perannya, ada sebagian komite yang mengangap duetnya untuk dia
Zainuddin IBA ( Wali Murid SDN Kuala Bubon ),
kenapa di rumah sekolah banyak guru yang tidak memerapkan tentang masalah penerapan penghafalan ayat – ayat pendek
Adi Darmawan, S.Ag ( Falisitator ) menjelaskan yang pertama guru sendiri harus pandai menghafal ayat pendek
Tgk. Marzuki ( Wali Murid MIN Ulee Pulo )
Komite baru berjalan kalau ada gaji makanya kepala sekolah tidak mengajak karena komite tidaak ada gaji
Adi Darmawan, S.Ag ( Falisitator )
Menjelaskan kalau memang sekolah sudah bagus khusus kelas bawah diterapkan tentang tematis tapi kenyataan sekarang guru masih menggunakan roster
Terimakasi untuk sementara kita istirahat dulu habis asar kita masuk lagi
break
Assalamu`alaikum Wr. Wb.
Adi Darmawan S. Ag (Fasilitator)
i.    Jam dinding
j.    Kipas angin
k.    Ban sepeda motor
l.    Tutup botol

Saya bukan ingin menilai bapak ibu tapi saya ingin melihat reyalita hari ini bahwa soal hari ini di sekolah masih banyak guru yang mambuat EC bukan Cos, jadi soal hari2 masih soal EC,  ujian masih soal EC, Uan masih soal EC, guru kita sekarang bergelut dgn EC, jadi saya mohon kepada bapak ibu utk mengetuk kembali pintu hati guru agar bisa menanggulangi hal ini. Jangan menyalahkan tapi mengingatkan maunya soal evaluasi sebaiknya diberikan Cos bukan EC. Utk memberikan penalaran  yang efektif  ini adalah diberikan tugas Cos bukan EC. Ini banyak teori yang menyebutkan. Kesalahan ini mari kita perbaiki.
Kalau sudah mengerti kita lanjut,
ANGGARAN RUMAH TANGGA DEWAN
/KOMITE SEKOLAH / ART
BAB I
SUSUNAN PENGURUS DAN MEKANISME KERJA
PASAL I

STRUKTUR KEPENGURUSAN DEWAN/KOMITE SEKOLAH
1.    KETUA        :
2.    SEKRETARIS        :
3.    BENDAHARA        :
4.    BIDANG-BIDANG    :   
4.1 Bidang Penggalian Sumber Daya Sekolah            :
4.2 Bidang Pengelolaan Sumber Dana Sekolah            :
4.3  Bidang Pengendalian Kualitas Pelayanan Pendidikan    :
4.4  Bidang Jaringan Kerja Sama dan Sistem Informasi    :
4.5  Bidang Sarana Prasarana                    :
4.6  Bidang Usaha                            :

Jadi  silahkan bapak ibu isi siapa ketua, sekretaris, bendahara, bidang-bidang.
BAB II
MASA KERJA PENGURUS
Pasal 2
Kepengurusan Dewan/Komite Sekolah mempunyai masa kerja selama 4 tahun.
BAB III
RAPAT KERJA PENGURUS
Pasal 3
Pengurus Dewan/Komite Sekolah melaksanakan rapat kerja pengurus sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam satu tahun.
BAB IV
RAPAT LUAR BIASA
Pasal 4

Pengurus Dewan/Komite Sekolah bisa melaksanakan rapat luar biasa bila dipandang perlu.
CONTOH STRUKTUR ORGANISASI SATU KOMITE SEKOLAH UNTUK SATUAN PENDIDIKAN
Sejauh ini ada pertanyaan
Peserta  Komite sebagai dewan sekolah jadi komite ini bila apa yang diperintahkan harus diberi pertanggungjawaban, jadi kalau tidak ada laporan apa-apa jadi komite merasa tidak dihargai jadi bagaimana solusinya
Adi Darmawan S. Ag (Fasilitator) Ini ibaratnya saya orang baru masuk kampung tidak dihiraukan, jadi apa ada kias Untuk disadarkan…
Peserta Kita undang kesekolah dan kita beri arahan mungkin kalau tidak saling kenal ya seperti itu
Adi Darmawan S. Ag (Fasilitator) Kepsek harus mengajak komite duduk dan bertukar pendapat, kalau sudah saling kenal jadi mohon koordinasi, kalau tidak dimulai oleh kepsek maka mulailah oleh komite, dan kalau tidak berhasil maka bisa diajak koordinasi oleh pihak lain seperti Tuha Peut dll. Duduk, mufakat, yang penting koordinasinya baik.


Peserta  :Saya ingin memberi saran utk kedepan apa yang telah kita dapat dan kita terima Karena kemarin sudah ada training komite, kepsek dan guru sudah di training jadi kalau tidak di training percuma, jadi kami minta kepada GSF mempertemukan kami di Sekolah2 agar lebih jelas, kalau seperti ini tidak ada hasil sampai kegampung kerja masing2 yang diberi disini tidak dimanfaatkan jadi ya utk apa
Adi Darmawan S. Ag (Fasilitator) Kehendak kami memang ada utk itu ini baru tahap penyadaran dan kedepan harapan kami kedepan ini bisa kami laksanakan, ini baru tahap pengenalan agar tidak ada salah paham kelak, ini adalah proses, dan saya yakin kami GSF akan menjembatani sampai ke tahun 2011, dan kemarin juga sudah kami kafer  utk pihak Dinas , Dewan dan pihak pengambil  kebijakan lainnya, jadi kedepan kalau sama2 sudah  sadar alangkah indahnya, saran bapak akan kami kompromi dan menjadi PR kepada Panitia
Peserta Dulu di sekolah ada pesuruh tapi setelah tsunami sudah tidak ada lagi setidaknya jika ini ada maka bisa kita ketahui ttg sekolah melalui pesuruh, seperti informasi dll.


Adi Darmawan S. Ag (Fasilitator) Pengangkatan Pesuruh ini sama seperti PNS, jadi selama iini pengangkatanya tidak ada jadi kalau tidak ada pengangkatan jadi mustahil ada pesuruh.
Peserta Tahun yang lalu sudah ada pelatihan wali kelas sekarang wali murid, pembahasannya dari agi masalah komite jadi posisi kami sebagai wali murid bagaimana, jadi kami tugas kami sebagai wali murid apa
Adi Darmawan S. Ag (Fasilitator) Inilah tugas bapak memberi saran-saran kepada komite dan jika ada komite tidak aktif bapak-bapak bisa berembuk dengan orang tua yang lain kemudian bahas hal ini, dan jika komite sekolah ada maka saran dari bapak ibu akan disampaikan ke kepsek untuk dipecahkan bersama-sama.
Sampai sejauh ini terima kasih saya telah diberi kepercayaan harapan saya bukan hanya disini perjumpaan kita, tapi masih bisa berlanjut pada hari-hari yang lain, bila ada yang belum jelas saya menunggu bapak ibu di SMU 2 Meulaboh, terima kasih, mohon maaf jika ada kesalahan, saya akhiri assalam mualaikum wr. wb.


Abdul Jalil  (Direktur Eksekutif). Assasalam mualaikum wr wb,  Terima kasih bapak ibu sudah bertahan mengikuti training sampai sore hari ini kemarin kita sudah mentraining dan telah sama-sama kita buat proposal diatas spanduk dan ini sudah kita peroleh hasil 18 %  dana untuk pendidikan dan kedepan kita upayakan agar dana pendidikan ini bisa kita dapat 30% seperti dalam UU PA, Dan juga untuk kedepan tidak ada lagi dana yang dipotong, dan juga kalau ada guru-guru yang tidak jadi maka tidak usah diberi gaji, dan ada yang dari SD Drien Rampak ini ada guru yang sudah berbulan-bulan tidak datang tapi masih diberi gaji.


Dan tolong jika ada masalah mohon berikan info kepada kami di samatiga ini ada Azhar dan di woyla ada jamaluddin, dan MIN suak timah ini tidak ada program sekolah jadi bagaimana kemana mau dibawa kemana anak bapak-bapak. Jadi kalau kita bicara kursi ini harus lengkap kami upayakan, berapa yang sudah rusah yang masih ada bisa dipakai, dan juga jika ada pagar dari apa pagar nya dan juga berapa tingginya. Dan kami ini bekerja utk kedepan bukan untk Adami, Ramli MS, tapi kami bekerja utk anak utk anak cucu kita.


Waktu kita bertemu memang tidak cukup dan kami laksanakan bertahap, dan ini pertama guru biasa, kepsek, komite, wali kelas I, II, III dan kedepan ini utk wali kelas IV,V. dan ini sudah kita buat dan ini utk membantu pendidikan dan jika ini dilakukan oleh dinas pendidikan alangkah indahnya, dan peran bapak ibu kedepan sangat dibutuhkan disekolah, jadi sebelum kita tutup saya minta kepada panitia untuk membagikan lembar Evaluasi, dan jangan ditulis nama, silahkan diisi dengan sebenarnya.

Pengisian Lembar Evaluasi…..


Kedepan kita harapkan tidak ada lagi pembelajaran ini kerbau disekolah-sekolah jadi bapak ibu sebagai pengontrol kalau salah ditanam maka akan salah lahir, kalau ditanam kerbau maka akan lahir kerbau, termasuk saya salah dalam pembelajaran yaitu pembelajaran kerbau, mudah-mudahan kedepan yang berbuat baik makin banyak dan pendidikan terhadap anak kita kedepan makin baik, dan nanti akan  ada doa, dan juga ada sedikit uang tranfortasi serta ada foto bersama untuk kelender tahun 2009. saya akhiri wabilahitaufid walhidayah Assalamua`alaikum Wr. Wb

Pembacaan Doa
Hasballah (Panitia)
Selesai

 



Tamu GSF

Kami memiliki 33 Tamu online

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1008
mod_vvisit_counterYesterday1977
mod_vvisit_counterThis week4942
mod_vvisit_counterLast week11870
mod_vvisit_counterThis month37671
mod_vvisit_counterLast month44575
mod_vvisit_counterAll days1251910

Online (20 minutes ago): 34
Your IP: 54.198.20.215
,
Today: Apr 23, 2014
Translate Web Ke Bahasa :